I Gusti Agung Ngurah Darma Suyasa Angkat Citra Bali

18

SELAMA ini pariwisata Bali disoroti sebagai kawasan yang banyak sampah plastik, akibat sampah kiriman maupun banyaknya sampah plastik yang menumpuk di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Managing Director SignatureXperience, I Gusti Agung Ngurah Darma Suyasa mengatakan, kegiatan edukasi dan world clean up  day melibatkan masyarakat dan pelaku pariwisata guna mengangkat citra pariwisata Bali bersih dari sampah plastik.

Ia mengungkapkan, program Suksma Bali yang dicetuskan kalangan asosiasi pariwisata dan tokoh masyarakat, diharapkan dapat menciptakan kebersamaan yang lebih kuat sesama warga Bali dan masyarakat yang berdomisili di Bali dari berbagai elemen. Pemerintah bersama masyarakat dan pelaku pariwisata antara lain mewujudkan Bali bersih khususnya bersih dari sampah plastik.

Menurut Ketua Panitia Suksma Bali ini, melihat selama ini pesaing pariwisata Bali menyoroti Bali dihadapkan masalah sampah plastik, melalui program Suksma Bali dengan  kegiatan world clean up day pelaku pariwisata Bali mengedukasi masyarakat guna mewujudkan Bali bersih.

Ia menegaskan, Suksma Bali adalah manifestasi refleksi dukungan kepada budaya Bali. Dengan edukasi melalui world clean up day, masyarakat memiliki budaya hidup bersih dan lingkungan bebas dari sampah plastik.

Kegiatan bersih-bersih sampah ini juga akan diikuti dengan edukasi masyarakat di tingkat rumah tangga. Sampah plastik di tingkat rumah tangga merupakan bagian  sumber sampah plastik.

Lebih lanjut dikatakannya, melalui kegiatan edukasi dalam event world clean up day, pelaku pariwisata mengajak seluruh komponen masyarakat guna membersihkan sungai dan pantai.

Ia mengakui, dalam kegiatan world clean up day di lokasi sungai,  pelaku pariwisata akan melibatkan pengusaha dan pemandu rafting. Sementara untuk anak-anak sekolah selain diarahkan ikut membersihkan pantai dan sungai juga diarahkan untuk membersihkan lingkungan sekitar.

Seluruh stakeholder pariwisata dan non-pariwisata mendukung penuh dan  berpartisipasi dalam kegiatan world clean up day tanggal 21 September 2019. Ini sebagai wujud berterima kasih kepada alam.

Ngurah Darma Suyasa menegskan, dalam teknis pelaksanaan di lapangan, kegiatan bersih-bersih ini bekerja sama dengan seluruh industri pariwisata, baik yang terkait langsung maupun tidak, dunia pendidikan, LSM, dan masyarakat lokal. ”Dengan gerakan Suksma Bali yang berkesinambungan diharapkan tercipta destinasi Bali yang makin berkualitas dan berkelanjutan,” katanya. *kup

BAGIKAN