Ir. I Wayan Supandi Datangkan Investor  

24

FESTIVAL Subak tahun ini di Karangasem dirangkaikan dengan Internasional Coconut  Festival (ICF). Kedua festival itu digelar di Taman Soekasada Ujung, Karangasem dan dibuka, Sabtu (14/9).

Bagi Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karangasem, Ir. I Wayan Supandi, yang terpenting setelah festival itu, bagaimana teknologi pertanian dalam diserap kalangan masyarakat khususnya kalangan petani di Karangasem. Guna bisa bersaing dalam era global ini, petani tak cukup hanya bertani secara tradisional, hanya berpikir bercocok tanam untuk memenuhi  pangan keluarga atau untuk konsumsi keluarga. Petani harus berpikir lebih luas, berpikir ekonomis. Petani harus menjadi pengusaha tani. Karena itu, petani harus berpikir tanaman apa yang dibudidayakan harus disesuaikan dengan kebutuhan pasar, mudah laku atau diserap pasar dan lebih menguntungkan. “Tiap Festival Subak, kami membuat demontrasi plot (demplot) gelar teknologi pertanian, dengan harapan tak sekadar festival, tetapi lebih penting mengandung unsur informasi dan pendidikan kepada masyarakat luas,” katanya.

Menurut pria asal Banjar Tampuagan, Kota Amlapura itu, tiap festival, juga mengandung pendidikan, agar generasi muda tidak lagi merasa pesimis atau minder kalau menjadi petani atau berusaha tani. Justru sebaliknya, harus bangga menjadi petani. Sebab, petani selain posisinya penting dalam penyediaan pangan, juga bisa menjadi sukses dalam ekonomi keluarga. “Kami menyebarluaskan informasi lewat pameran dari penyediaan atau produk, penerapan teknologi, pembudidayaan, sampai hasil olahan pascapanen. Pada festival kali ini, kami juga melibatkan atau mengundang investor, dalam dan luar negeri, khususnya yang berkaitan dengan  kelapa,” katanya.

Terkait festival kelapa, selain sejak lama sudah disosialisasikan pentingnya membudidayakan kelapa tertentu, karena pangsa pasarnya yang luas, seperti kelapa kopyor dan di Bali kelapa ukuran kecil tetapi berbuat banyak, banyak dan cepat terserap di antaranya karena untuk sarana upakara berupa kelapa daksina. Selain itu, kelapa muda serapannya juga tinggi untuk es kelapa muda. Terlebih, Bali yang merupakan  daerah pariwisata internasional, memerlukan banyak kelapa muda. “Di Karangasem sudah disebar puluhan ribu bibit kelapa dan masyarakat sudah melakukan penanaman,” katanya. *bud

BAGIKAN