Angkat Komunikasi Antarbudaya, I Gusti Ayu Ratna Pramesti Dasih Kantongi Predikat “Cumlaude”

181
PROMOSI DOKTOR - Dr. I Gusti Ayu Ratna Pramesti Dasih, S.Sos., M.Si., berfoto bersama promotor, kopromotor, dewan penguji, dan keluarga seusai Ujian Terbuka Promosi Doktor Unhi Denpasar, Senin (16/9).

Denpasar (bisnisbali.com) –I Gusti Ayu Ratna Pramesti Dasih, S.Sos., M.Si. mengikuti Ujian Terbuka Promosi Doktor (S3) yang berlangsung di Gedung Pascasarjana Universitas Hindu Indonesia (Unhi)  Denpasar, Senin (16/9). Dengan mengangkat disertasi berjudul “Komunikasi Antarbudaya di Pura Dalem Solo Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung” istri dari I Dewa Gede Putu Budiyasa, S.Sos., M.I.Kom., ini dinyatakan lulus dengan predikat cumlaude.

Ujian Terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Wakil Rektor I Unhi Denpasar, Prof. Dr. I Putu Gelgel, S.H., M.Hum., dan Prof. Dr. Ida Bagus Gde Yudha Triguna, M.S. selaku Promotor, Dr. Drs. I Wayan Winaja, M.Si. selaku Kopromotor, dan diuji oleh 6 Dewan Penyanggah lainnya.

Dosen Prodi Ilmu Komunikasi Hindu di Fakultas Dharma Duta IHDN Denpasar ini menjadi Doktor ke-66 yang promosinya di Program Pascasarjana Unhi Denpasar.

Dalam pemaparannya, wanita kelahiran Karangasem, 14 September 1981 ini, menjelaskan, Pura Dalem Solo di Desa Sedang, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung merupakan salah satu pura unik peninggalan sejarah yang masuk dalam cagar budaya. Pujawali Pura Kahyangan Jagat ini jatuh setiap 6 bulan sekali, tepatnya pada Buda Kliwon  Sinta. Menariknya, pujawali di Pura ini selain dihadiri dan disungsung oleh masyarakat setempat, juga dihadiri oleh sesuhunan Keraton Yogyakarta. Hal ini menyebabkan terbangunnya komunikasi antarbudaya yang kental antara masyarakat setempat dengan masyarakat Keraton Yogyakarta pada saat pujawali.

Bahkan, pada salah satu pelinggih, yaitu Ida Ratu Subandar dihias dengan lampion dan ornamen-ornamen Cina. Selain itu, nama Pura Dalem Solo juga merupakan keunikan tersendiri, sebab Solo merupakan salah satu kota yang ada di Jawa Tengah. “Komunikasi antarbudaya terjadi dan sangat kental dirasakan dengan membaurnya budaya Bali, Jawa, dan Cina di Pura Dalem Solo yang menjadi satu kesatuan yang harmonis,” ujar I Gusti Ayu Ratna Pramesti Dasih, Senin (16/9).

Ia mengatakan, pola komunikasi antarbudaya yang diterapkan di Pura Dalem Solo adalah pola komunikasi dua arah yang di dalamnya terkandung nilai berbasis religius, sosial, dan etika agama Hindu. Sementara strategi komunikasinya dengan komunikasi antarpribadi, antarkelompok dan antarlingkungan. Sedangkan interaksi sosial antarbudaya di Pura Dalem Solo memunculkan ikatan pasukadukaan, ikatan warga pengempon, dan realisasi sistem ngayah.

Dari hasil penelitiannya ini, diharapkan penyungsung Pura Dalem Solo beserta warga lainnya agar tetap melestarikan warisan budaya dan melangsungkan secara ajeg segala bentuk tradisi dan ritual sebagai sebuah pelestarian tradisi lokal. *wid

BAGIKAN