Musim Hujan di Bali Diperkirakan mulai November  

71
Seorang petugas BBMKG Wilayah III Denpasar mengamati monitor prakiraan cuaca di wilayah Bali.

Mangupura (bisnisbali.com) –Beberapa wilayah di Bali, salah satunya  Denpasar mulai dilanda hujan pada Jumat (13/9).  Sebelumnya hampir selama dua bulan penuh mengalami musim kemarau. Kendati demikian, menurut BMKG diperkirakan musim hujan di wilayah Bali dimulai awal November mendatang.

Balai Besar Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III Denpasar memperkirakan awal musim hujan 2019/2020 pada 15 zona musim (zom) di Bali umumnya berkisar pada November 2019.

Hal ini dikarenakan adanya kondisi dinamis, seperti masih kuatnya angin Timur atau monsun Australia. Musim hujan di Bali seharusnya mulai intens pada Oktober.

“Berdasarkan hasil analisis serta pertimbangan kondisi fisis dan dinamika atmosfer, awal musim hujan mundur 10 hingga 30 hari,” kata Kepala BBMKG Wilayah III Denpasar, Muhamad Taufik Gunawan di Tuban, Jumat (13/9).

Dari 15 zom, sebanyak 11 zom akan mengalami awal musim hujan antara November dasarian II – III yang meliputi wilayah Jembrana bagian barat, Buleleng/Jembrana bagian utara, Jembrana/Tabanan bagian Selatan, Tabanan/Badung/Gianyar, Tabanan/Bangli bagian barat laut, Buleleng bagian utara, Bangli bagian utara, Karangasem bagian tengah, Gianyar bagian selatan, Klungkung bagian selatan, Karangasem bagian selatan, Tabanan bagian selatan, Badung bagian selatan dan Denpasar.

 “Sementara, sebanyak 4 zom akan mengalami awal musim hujan antara Desember dasarian l – Il, meliputi wilayah Buleleng bagian barat, Buleleng bagian timur, Karangasem bagian utara, Karangasem bagian timur dan Nusa Penida,” terangnya.

Dilihat dari sifat musim hujan 2019/2020 di Bali secara umum bersifat normal (12 zom), sedangkan sebanyak 3 zom berada di bawah normal. Ditambahkannya, meski saat ini sudah mulai turun hujan di beberapa wilayah, sejatinya Bali masih berada dalam periode musim kemarau.

“Di masa transisi ini tetap ada potensi hujan ringan-sedang dalam beberapa hari ke depan. Namun kategori musim hujan dihitung berdasarkan jumlah curah hujan dalam satu dasarian atau 10 hari mencapai 50 mm atau lebih. Bila belum mencapai jumlah itu maka belum dikatakan musim hujan,” imbuhnya.

Taufik mengatakan datangnya musim hujan tentu memberikan berkah bagi sebagian masyarakat, terutama yang berkecimpung di bidang pertanian. Namun pihaknya tetap mengimbau masyarakat luas agar mewaspadai adanya potensi banjir, tanah longsor dan angin kencang ketika musim hujan nanti. *dar

BAGIKAN