Tingkatkan Pengetahuan Anak Tentang Kesehatan Gigi

29
Tim FKG Unmas bersama dokter cilik.

Denpasar (bisnisbali.com) – Sekitar 90 persen anak Indonesia memiliki masalah gigi berlubang.  Jumlah itu sangat mengkhawatirkan mengingat kesehatan gigi anak dapat berimplikasi pada kesehatan tubuh dan prestasi belajar anak. Dr. IGA Ari Agung, Dosen Fakultas Kedokteran Gigi, Universitas Mahasaraswati Denpasar, mengatakan sangat penting meningkatkan kesadaran anak pentingnya menjaga kesehatan gigi.

Dr. IGA Ari Agung, Kamis (12/9) di Kampus Unmas, Jalan Kamboja, Denpasar mengatakan gigi sulung berperan penting dalam pertumbuhan dan perkembangan wajah yang berkaitan dengan fungsi pengunyahan, bicara, estetik, ekspresi muka, dan petunjuk arah gigi tetapnya yang akan erupsi.

Kalau gigi sulung rusak atau anak menderita sakit gigi atau demam, maka selain terganggunya kesehatan umum, yang berakibat terganggunya pertumbuhan dan perkembangan anak, juga pertumbuhan dan perkembangan muka terganggu.

“Kondisi ini menggerakkan saya dan Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Dosen FKG Unmas Denpasar menginisiasi Program Dokter Gigi Cilik dengan Taman TOGA di SDN 1 ketewel, Gianyar.  Melalui program PKM ini kami berupaya mengembangkan promotif dan preventif kesehatan gigi dan mulut bagi anak,” ungkapnya sembari mengatakan melibatkan tim Dosen tersebut drg. Ria K dan drg. Dewa Made Wedagama.

Melalui Program tersebut pihaknya berusaha memaksimalkan Usaha Kesehatan Gigi Sekolah (UKGS) di SDN 1 Ketewel, dengan pemasangan poster ”Cara Menggosok Gigi yang Benar” dan  Penyuluhan Kesehatan Gigi dan Mulut, Gizi, TOGA, pemberian jas dokter gigi cilik, buku panduan, buku teks kesehatan gigi dan mulut, serta sertifikat.

“Kami menyasar siswa kelas 3, 4, dan 5, karena pada usia ini anak-anak memiliki keingintahuan yang tinggi dan sudah menyadari akan pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut,” katanya

Pertama-tama dilaksanakan pretest tentang kesehatan gigi dan mulut untuk memilih kader dokter gigi cilik,  dan terpilih 12 anak kader dokter gigi cilik.  Selanjutnya pemberian penyuluhan dan pelatihan serta pendampingan secara kreatif dan inovatif, sehingga dokter gigi cilik mampu menyampaikan kesehatan gigi dan mulut kepada teman-temannya.  Terakhir dilaksanakan posttest, untuk mengetahui perkembangan tingkat pengetahuan kesehatan gigi dan mulut dokter gigi cilik.  Kemudian anak – anak tersebut diberikan jas dokter gigi cilik dan sertifikat.

Dokter gigi cilik  ini diharapkan menunjang program UKS dalam mensosialisasikan kesehatan gigi dan mulut.  Apalagi program tersebut sangat menarik perhatian siswa, sehingga bisa membantu meningkatkan status kesehatan gigi dan mulut para siswa. *pur

BAGIKAN