Modal Kuat, BPR Mampu Memitigasi Risiko

15
UMKM – BPR tetap eksis layani UMKM.

Mangupura (bisnisbali.com) – Di tengah upaya sektor perbankan melayani kebutuhan dana nasabah, bank perkreditan rakyat (BPR) menghadapi cukup banyak risiko. Sekretaris Korcam Perbarindo Mengwi Abiansemal (Mas) Dewa Nyoman Surata, Kamis (12/9) mengatakan, dengan dukungan modal yang kuat BPR akan mampu memitigasi risiko.

Ia mengungkapkan, tantangan persaingan 2019 sangat ketat dengan lembaga keuangan lainnya. Hal ini sejalan risiko yang dihadapi BPR dalam melaksanakan fungsi intermediasi menjadi makin tinggi.

Ia menjelaskan, guna menghadapi persaingan tersebut, BPR harus memperkuat permodalan. Dengan modal yang kuat ini, BPR bisa makin kuat menghadapi risiko.

Dipaparkannya, langkah BPR memperkuat permodalan dinilai sangat tepat untuk dapat siap dalam kancah persaingan antar perbankan dan lembaga jasa keuangan (LJK). Siap bersaing,  BPR wajib memiliki modal inti minimum Rp6 miliar.

Lebih lanjut Dewa Surata mengatakan, dengan modal kuat BPR bisa memitigasi risiko. Upaya memanajemen risiko bisa dilakukan dengan baik dan berkesinambungan.

Menurutnya, BPR harus mampu menjaga aktiva produktif agar tidak terjadi penurunan kolektibilitas. Ini akan berpengaruh pada kredit bermasalah (NPL) BPR.

BPR juga dituntut meningkatkan efisiensi di segala sektor. BOPO BPR diharapkan tidak melebihi ketentuan maksimum.

Dewa Surata menambahkan, upaya BPR meningkatkan modal juga dalam rangka meningkatkan aspek kepatuhan. Ini terkait pemenuhan regulasi sehingga BPR dapat dikelola secara sehat. *kup

BAGIKAN