Sektor properti di Bali Utara yang cerah dan prospektif pada 2019 diprediksi makin menggeliat. Hal ini didukung rencana pembangunan Bandara internasional di Bali Utara. Seberapa besar dampaknya?


KEBERADAAN bandara di Balui Utara dinilai akan berdampak positif bagi distribusi dan pengembangan kawasan yang lebih merata. Kunjungan tim evaluasi kajian teknis Bandara Internasional Bali Utara dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) ke calon lokasi Bandara Bali Utara  belum lama ini juga memberikan angin segar pada pasar properti Bali Utara ke depannya.

Menurut Gede Awan, salah seorang marketing properti ternama dari Banjar Sambangan, Desa Sambangan, Kecamatan Buleleng, Singaraja ini, bahwasannya dampak dari rencana pembangunan bandara di Bali Utara ini sudah ia rasakan dan diprediksi akan memberikan dampak positif terhadap sektor properti.

Sejumlah calon konsumen mulai terkonsentrasi pada perumahan yang berlokasi yang terdekat  dengan rencana wilayah dibangunnya bandara tersebut yakni di Desa Bukti dan Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan, Buleleng. “Beberapa waktu lalu sudah ada calon konsumen yang menanyakan lokasi perumahan yang dekat dengan lokasi calon bandara baru. Ini adalah bukti bahwa info perencanaan bandara sudah mulai berefek positif terhadap sektor properti,” jelasnya.

Menurut Gede Awan, sektor properti di Bali Utara akan sangat prospektif dan tumbuh pesat. Hal ini dibuktikan dari banyaknya pengembangan dari segala sektor sebagai respons atas pembangunan dan penambahan infrastruktur serta pembangunan shortcut Singaraja-Mengwitani untuk Buleleng yang lebih maju.

Menurutnya, setiap pengembangan daerah, sektor properti menjadi  yang paling menonjol. Pihaknya memprediksi harga tanah di daerah sekitar perencanaan pembangunan bandara sudah mulai mengalami peningkatan mengikuti strategisnya lokasi dan fasilitas umum yang ada. “Ada perbedaan yang mencolok di setiap titik lokasi berbeda, yang biasa booming adalah di area sekitar pembangunan, selanjutkan akan berdampak ke puluhan kilometer dari titik lokasi,” imbuhnya.

Tak hanya hunian, imbuh Gede, yang bakal berkembang di Bali Utara adalah properti komersial seperti pusat belanja, perhotelan, dan pergudangan modern. Ketiga subsektor properti ini dibutuhkan oleh para pengguna bandara dan juga perusahaan jasa angkutan serta kargo. Tinggal bagaimana ke depannya membentuk SDM untuk memaksimalkan penyerapan tenaga kerja lokal. “Efek pengembangan bandara itu sangat luas khususnya dalam peningkatan taraf ekonomi masyarakat,” ujarnya. *ira/editor rahadi

BAGIKAN