Pasar Online Menggeliat Tren COD Jadi Pilihan

15

Singaraja (bisnisbali.com) – Membahas  penjualan makanan via online dewasa ini, tak dipungkiri kian menggeliat. Bahkan peran teknologi saat ini, memunculkan banyak ide baru masyarakat hingga menjadikannya sebagai sarana berpromosi.

Pasar online, itulah yang tren saat ini. Penjualan segala jenis produk melalui media sosial, medsos berbayar, fanspage hingga website jadi alternatif. Hanya bermodalkan gambar dan caption sebagai gambaran produk  sampai dengan pricelist yang diunggah di akun tersebut, pelaku bisnis cukup dimudahkan dan menjadi lebih efisien dalam biaya promosi.

“Sangat menguntungkan bagi pengusaha khususnya pengusaha seperti saya yang belum bisa membuka usaha besar. Saya bisa memanfaatkan media sosial yang saya punya untuk memasarkan produk saya walaupun belum ada toko saya sudah bisa menjual produk makanan saya,” ujar Ketut Galang Saputra Pebisnis Kuliner Banana Holkay  yang memanfatkan media sosial untuk berpromosi dari Desa Penarukan, Kecamatan Buleleng.

Pasar online menjangkau cukup luas konsumen. Selain itu respons masyarakat terhadap tren belanja via online justru tinggi, terbukti untuk di Buleleng ia mengaku masih kewalahan memenuhi permintaan konsumen yang lokasinya cukup jauh dari rumahnya yang digunakan sebagai tempat produksi.

Namun, kecanggihan teknologi tidak menghalanginya untuk menggaet konsumen lebih banyak, di mana  bisa melakukan kesepakatan untuk bertemu di suatu tempat atau yang lebih dikenal dengan sebutan COD (Cash On Delivery).

Di sini jelas berbeda dengan transaksi online pada umumnya dengan sistem transfer. “Respons pasar via online sangat tinggi, dan lebih cepat. Di sini tentu saja kita menemukan kendala di mana untuk delivery baru bisa dilakukan untuk daerah. Namun bagi konsumen yang tidak ingin ketinggalan kita bisa sepakati untuk melakukan transaksi COD di lokasi terdekat tentu ini yang dinamakan belanja pintar,” ujarnya. *ira

BAGIKAN