Pelestarian Alam Bali Menuju Pariwisata Bali yang Baru  

47
PARIWISATA  Upaya pelestarian alam, manusia, dan budaya Bali untuk menunjang pariwisata. (kup)

Denpasar (bisnisbali.com)- Pengembangan pariwisata Bali tidak boleh melupakan pelestarian alam dan manusia Bali. Plt. Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali I Putu Astawa, di sela-sela pelaksanaan program suksma Bali 2019 mengatakan pelestarian alam Bali ini menuju pariwisata Bali yang baru.

Diungkapkannya, keindahan alam dan keunikan budaya Bali telah memberikan banyak berkah bagi pelaku dan stakeholder pariwisata Bali. Dengan memperoleh banyak keuntungan, pelaku  pariwisata Bali tentu wajib untuk berterima kasih.

Ia menjelaskan pelaksanaan program suksma Bali baik melalui cleanup day, simposium dan penanaman pohon pelaku pariwisata dan masyarakat bisa menjaga alam Bali.

Filosofi “Suksma Bali,”adalah mengucapkan rasa syukur atas kenikmatan yang selama ini diperoleh.

Dipaparkannya pogram menyucikan alam, sumber daya air maupun budaya yang sesuai visi Gubernur Bali. “Sejalan dengan program itulah kami sangat mengapresiasi komponen pariwisata sudah mengemas suksma Bali dengan tema memuliakan air ini,” pungkasnya.

Ia menegaskan semua dilestarikan baik alam termasuk sumber sumber air. Pembersihan sumber air diikuti gerakan bersama clean up day guna membersihkan pantai dan sungai.

Astawa menyakinkan pemerintah mengapresiasi clean up day untuk memuliakan alam dan pariwisata Bali. Hanya saja, pelestarian alam dan manusia Bali dilakukan secara holistik berjenjang dan berkelanjutan.

Sejalan dengan pola pembangunan semesta berencana, pelestarian manusia dan alam Bali sesuai program Provinsi Bali Nangun Sad Kerthi Loka Bali menuju Bali yang baru.  *kup

BAGIKAN