Didukung 400 KK, LPD Tunon Maksimalkan Layanan terhadap Masyarakat

24

Gianyar (bisnisbali.com) –LPD Desa Adat Tunon yang merupakan salah satu LPD di Kecamatan Ubud, Gianyar terus berusaha memaksimalkan diri untuk memberikan manfaat kepada masyarakat. Hingga saat ini, LPD yang berdiri sejak 18 tahun lalu telah mampu memiliki aset hingga Rp10,9 miliar meski hanya didukung 400 KK.

Kepala LPD Desa Adat Tunon, I Ketut Jana saat ditemui belum lama ini mengatakan, dengan laba yang diperoleh pada akhir 2018 lalu yaitu Rp226 juta, LPD Desa Adat Tunon mampu memberikam kontribusi kepada masyarakat. Selain dana pembangunan yaitu 20 persen dari laba rutin diberikan setiap tahunnya, LPD Desa Adat Tunon juga memberikan kontribusi secara langsung yaitu berupa insetif kepada pemangku dan pecalang yang diberikan setiap 3 bulan sekali. “Ini rutin kami berikan, kita lihat anggaran. Kalau tidak 3 bulan, enam bulan sekali itu pasti kami berikan sebagai ucapan terimakasih,” ungkapnya.

Di samping itu,  LPD Desa Adat Tunon juga sering melakukan kegiatan sosial. Terlebih saat menyambut perayaan HUT ke-18, LPD Desa Adat Tunon memberikan paket bingkisan kepada lansia, pemangku, veteran dan mantan bendesa. Selain untuk memberikan manfaat, hal ini juga dilakukan sebagai ajang promosi kepada masyarakat atas keberadaan LPD.

Program-program yang dimiliki LPD Desa Adat Tunon, baik itu tabungan ataupun kredit juga bertujuan memaksimalkan layanan kepada masyarakat.  Seperti, tabungan harian, deposito, tabungan program Simadra (Simpanan masa depan dan upacara). Demikian program kredit yang dimiliki juga beragam di antaranya kredit harian, kredit musiman dan kredit rekening koran juga memberikan pilihan kredit dan membantu masyarakat saat kekurangan dana.

Sebagai upaya untuk menarik minat masyarakat, LPD Desa Adat Tunon berupaya memberikan apresiasi kepada para nasabah berupa keringanan dalam hal kredit.

Ketut Jana mengatakan, untuk nasabah yang memiliki kredit dengan pembayaran angsuran lancar diberikan apresiasi dengan pemberian pinjaman tanpa agunan. Bebas agunan ini diperuntukkan untuk plafon Rp2 juta. Hal ini dikatakannya mampu memotivasi nasabah lainnya untuk lancar dalam pembayaran angsuran.

Disingsung soal pencapaian LPD, hingga akhir 2018 jumlah tabungan yang dimiliki mencapai Rp4,9 miliar dan deposito Rp4,6 juta. Dan kredit yang disalurkan mencapai Rp8,4 miliar. *wid

BAGIKAN