Kemarau, Stok Pangan di Bali masih Surplus

21

Denpasar (bisnisbali.com) –Musim kemarau di Bali tidak terlalu berpengaruh terhadap ketersediaan pangan di Bali. Sampai saat ini, Bali mengalami surplus untuk beberapa komoditi pokok seperti beras.

“Berbicara stok dan ketersediaan di Bali, kemarin kami sempat rapat bersama Dewan Ketahanan Pangan. Dari hasil rapat, berdasarkan data posisi beberapa komoditi pangan di Bali beras, per Juli masih surplus 102 ribu ton, sedangkan yang lainnya seperti jagung, ketela pohon juga masih aman,” jelas Kepala Dinas Ketahanan Pangan Ir. I Wayan Jarta, M.M., saat ditemui di kantornya.

Dikatakan Jarta, per Juli lalu komoditas kedelai sempat mengalami keterbatasan, namun  tidak menjadi permasalahan. Meskipun sekarang lagi musim kemarau, diprediksi justru mengalami musim panen.

Jarta mempertegas, untuk komoditas beras ke depan hingga Desember diprediksikan tidak ada permasalahan terkait ketersediaannya.

“Prediksi tidak ada permasalahan khususnya beras, yang lain ada fluktuasi bahkan sudah turun seperti harga bawang dan cabai,” imbuhnya.

Untuk diketahui, adapun kebutuhan beras di Bali berjumlah sekitar 34 ribu ton per bulan, sedangkan ketersediaan beras di Bali mencapai sekitar 49 ribu ton.

“Kebutuhan beras selama 7 bulan 240 ribu ton, sedangkan beras di Bali ketersediaannya 342 ribu ton, berdasarkan perhitungan komulatif maka terjadi surflus,” tegasnya.

Adapun rata-rata  kebutuhan beras per kapita di Bali adalah 98 kilogram per kapita per tahun.  Kebutuhan tersebut masih dapat dipenuhi oleh produksi lokal. *pur

BAGIKAN