Disiapkan Lahan Berjualan, Pedagang Bermobil di Banyuasri segera Dipindahkan

17
Bupati Buleleng meninjau langsung lokasi berjulan untuk pedagang bermobil dan ikan Jumat.

Singaraja (bisnisbali.com) – Pasca-direvitalisasinya Pasar Banyuasri, Kelurahan Banyuasri, Kecamatan Buleleng menjadi pasar semi modern dan pasar terbesar di Buleleng, sejumlah pedagang yang mencapai 700 itu direlokasi sementara ke Terminal Banyuasri dan sekitarnya.

Untuk mengindari terjadinya kekroditan arus lalu – lintas di kawasan tersebut kini Pemerintah Kabupaten Buleleng sudah menyiapkan lahan yang merupakan lahan milik Pemprov Bali untuk lokasi berjualan seluas sekitar 30 are.

Lokasi ini tentunya berada tidak jauh dari lokasi pasar, terletak di sebelah timur kolam renang Pidada, atau hanya berjarak sekitar seratus meter ke arah Barat dari lokasi berjualan para pedagang saat ini.

Bupati Buleleng, Putu Agus Suradnyana yang turun langsung  meninjau lokasi pedagang, Jumat (6/9) menjelaskan, puluhan pedagang khususnya pedagang yang selama ini berjualan di badan Jalan A. Yani, Singaraja yang sebagian besar menggunakan mobil pick up sebagai sarana berjualan itu segera akan dipindahkan dan pemindahan ini pun paling lambat dilaksanakan Sabtu (14/9).

 Selain pedagang bermobil, pedagang ikan yang saat ini berjualan di pasar darurat juga akan dipindah ke lokasi ini. Untuk itu, Bupati murah senyum ini juga sudah memerintahkan Kadis PUPR agar memperlebar perkerasan yang disiapkan untuk pedagang ikan.
Ditanya terkait dengan limbah pedagang ikan nantinya, Bupati Agus sudah menginstruksikan Kepala Dinas Perdagangan untuk mencari alternatif pembuangan limbah sehingga tidak mencemari sungai.

 Untuk menjaga kenyamanan para pedagang, pada siang hari akan dilakukan penyiraman lokasi berjualan, hal itu untuk mencegah debu di area berjualan. Mengingat, lahan yang digunakaan saat ini merupakan lahan urugan.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Buleleng Drs. Ketut Suparto menjelaskan, sebanyak 54 pedagang bermobil akan ditempatkan berjajar di lokasi yang disiapkan saat ini.

Sebelum pemindahan dilakukan, Senin depan akan dilaksanakan pertemuan dengan para pedagang yang akan menempati lahan baru itu. Pertemuan itu dilakukan untuk memberikan sosialisasi terkait lokasi berjualan dan hal-hal lain yang perlu diperhatikan oleh para pedagang.

“Kami antisipasi juga, jangan sampai ketika pedagang bermobil ini pindah ke lokasi ini, justru pedagang yang sudah berada di dalam pasar pindah berjualan ke luar (jalan raya),” kata Suparto.

Dengan dipindahnya pedagang bermobil itu, lanjut Suparto, kemacetan dan kesemrawutan yang selama ini terjadi di sekitar Jalan A. Yani sudah dapat diatasi. Suparto menambahkan, di sekitar Jalan A Yani itu harus steril dari pedagang nantinya. Hal itu untuk memperlancar arus lalu- lintas kendaraan pengangkut material saat dimulainya pembangunan Pasar Banyuasri.

Terkait dengan masalah kebersihan di area berjualan, mantan Kabag Ekbang ini mengatakan, seluruh pedagang nantinya dilarang keras untuk membuang limbah atau sampah ke sungai yang kebetulan berbatasan dengan lokasi berjualan itu.

Untuk itu, dirinya akan meminta PD Pasar menyiapkan tempat penampungan sampah, serta berkoordinasi dengan pihak Dinas Lingkungan Hidup. “Untuk limbah ikan, kami akan minta pedagang untuk membawa tempat penampungan limbahnya. Jangan sampai nanti mereka membuang limbah sembarangan,” katanya. *ira

BAGIKAN