Tim Evaluasi Kemenhub Tinjau Calon Lahan Bandara Bali Utara

44
Kemenhub RI meninjau lokasi calon bandara bali utara didampingi Kadishub Buleleng.

Singaraja (bisnisbali.com) –  Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Buleleng, Gede Gunawan, AP., mendampingi Tim Evaluasi dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) RI meninjau calon lahan bandara di dua desa yaitu Desa Bukti dan Desa Kubutambahan, Kecamatan Kubutambahan Kamis (5/9). Peninjauan yang dipimpin langsung oleh Febi Oki Wahyuni ini bertujuan untuk mencocokkan visual sebenarnya dan hasil kajian teknis mengenai pembangunan bandara.
Ketua Tim Evakuasi Kemenhub, Febi Oki Wahyudi menjelaskan secara teknis tim masih melihat situasi di lapangan. Setelah itu, baru nantinya akan dicocokkan dengan hasil kajian yang sudah dibuat. Pencocokan ini dilakukan guna mengetahui apa yang sebenarnya ada di lapangan. Selain itu, hasil peninjauan ini digunakan untuk mengevaluasi hasil kajian yang sudah ada. “Secara teknis masih liat visual di lapangan, nanti kita cocokan lagi jadi belum bisa di pastikan, sementara kita sudah cek titik ujung runway titik 08 dan titik 26, setelah kajiannya di evaluasi dan tidak ada masalah penloknya baru bisa di terbitkan,” jelasnya.
Khusus untuk lokasi runway direncanakan akan dibangun sepanjang 3750 meter yang membentang dari Timur ke Barat, rencananya akan dibangun bertahap di mana pada tahap pertama akan dibangun sepanjang 2500-2800 meter. Pembangunan tahap selanjutnya akan dilihat perkembangan penumpang yang berangkat dari bandara ini.
Pihaknya menambahkan pada pembangunan runway tahap pertama sepanjang 2.800 ini ditargetkan sebanyak 6 juta penumpang pertahunnya. Apabila nantinya terjadi tingkat jenuh atau kekroditan, tentu akan dilakukan penambahan kembali sesuai dengan yang direncanakan sebelumnya.
Demikian juga dijelaskan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Buleleng Gede Gunawan, secara teknis Kemenhub sudah melakukan kajian-kajian mengenai pembangunan Bandara Internasional Bali Utara ini. Konsorsium dari badan usaha yang akan membangun Bandara Internasional Bali Utara juga telah melakukan kajian ataupun survey lapangan. Hasil-hasil dari kajian ini selanjutnya akan dievaluasi oleh Kemenhub. “Hasil dari evaluasi kajian akan dilaporkan ke menteri. Kita hanya menunggu evaluasinya apakah sesuai dengan kajian atau belum. Sampai saat ini belum ada kendala berarti,” ungkapnya.
Disinggung mengenai sosialisasi kepada pemilik lahan, mantan kepala bagian humas dan protokol ini mengatakan akan bekerja sama dengan perangkat daerah terkait. Jika nantinya penentuan lokasi (penlok) sudah ditetapkan, merupakan kewajiban daerah untuk memberikan apa yang disebut dengan sosialisasi kepada masyarakat. Hal tersebut merupakan perintah dari pemerintah pusat melalui Kemenhub. “Tentunya kita akan merangkul semua pihak khususnya pihak kecamatan untuk melakukan sosialisasi kepada pemilik lahan,” terangnya.
Sementara itu Gede Sawitra salah seorang warga yang lahannya direncanakan masuk lokasi pembangunan Bandara Bali Utara dari Dusun Sanih, Desa Kubutambahan Buleleng mengungkapkan pihaknya menyetujui adanya pembangunan bandara Bali Utara, termasuk apabila mengena pada lahan miliknya seluas 60 are yang ia kelola sendiri. Terpenting bagaimana nantinya, tanah yang ia miliki dibeli dengan harga yang sesuai kemudian berharap pembangunan bandara ini nantinya bisa memberikan kontribusi terhadap keluarganya. “Saya setuju saja, sepanjang itu program dari pemerintah,”ungkapnya. *ira

BAGIKAN