Koperasi harus Cegah Kredit Bermasalah

18

Denpasar (bisnisbali.com) – Kredit bermasalah (non performing loan/NPL) menjadi momok bagi lembaga keuangan, baik perbankan, LPD dan koperasi. Guna menghindari NPL di koperasi maupun lembaga keuangan lainnya, harus melalui dari proses kredit itu sendiri mulai dari siapa yang akan diberikan sampai ke survei lapangan. Demikian diungkapkan Direktur LDP Bali Certif, Drs. I Gede Suri Adnyana, M.M., Kamis (5/9).

Ia memaparkan, pada prinsipnya NPL ini sesuatu hal yang memang sangat tidak diharapkan oleh setiap lembaga keuangan. Untuk itulah, koperasi atau lembaga keuangan lain perlu meminimalkan NPL. “Melalui proses administrasi dan survei akan dapat mengurangi NPL, karena kita melihat baik itu administrasi maupun ke lapangan, rumah tinggal, usahanya, kalau dia pakai agunan lihat lokasi agunan,” katanya.
Menurut Suri Adnyana, pelaporan hasil survei ini yang harus dilakukan secara jujur. “Kalau sampai tidak jujur maka berisikolah kredit itu, menjadi timbul kredit bermasalah. Makanya dalam hal ini adalah peranan jurus survei di koperasi sangat tinggi untuk meminimalkan NPL,” katanya.
Ia menambahkan, khusus untuk koperasi, karena kredit diberikan kepada anggota, maka NPL-nya rata-rata masih kecil. Banyak koperasi yang NPL-nya nol koma tapi ada juga yang hingga 3 persen. “Namun, nilai 3 persen itu masih di batas wajar, karena batas NPL tertinggi di koperasi adalah 5 persen dari total kredit yang disalurkan,” katanya.
Oleh karena itu, kata Suri Adnyana, kualitas pengurus dan juga anggota harus ditingkatkan khususnya kejujuran. “Perlu juga ditingkatkan kualitas juru survei, karena jurus survei koperasi itu ada yang namanya standar kompetensi kerja nasional,” ungkapnya.
Jadi juru survei sebetulnya ada sertifikat kompetensinya, makanya seorang juru survei harus melaksanakan pelatihan. “Ada 6 unit kompetensinya maka di dalam pelaksanaan diklat berbasis kompetensi khusus juru survei itu kita diajarkan bagaimana melaksanakan survei, menghitung pendapatan dan kemampuan daripada calon peminjam. Jadi untuk itu selama ini sudah banyak yang mengikuti sertifikasi juru survei sehingga ada korelasi positif bahwa mereka yang telah memiliki kompetensi di bidang juru survei bisa menekan yang namanya kredit bermasalah di koperasi,” katanya. *pur

BAGIKAN