Kemlu Dorong Penguatan Ekonomi Kreatif Kawasan

25
Para delegasi ASEAN Regional Workshop on Creative Economy yang berlangsung di Nusa Dua, 4-5 September 2019.

Mangupura (bisnisbali.com) –Potensi Asia Tenggara menjadi pelaku utama ekonomi kreatif di dunia sangat besar. Di samping kaya dengan budaya dan warisan sejarah, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di kawasan ini sangat pesat.

Apalagi dengan terus meluasnya revolusi industri 4.0. Demikian diungkapkan Direktur Jenderal Kerja sama ASEAN Kementerian Luar Negeri, Jose Antonio Morato Tavares pada ASEAN Regional Workshop on Creative Economy di Nusa Dua.

Dikatakan Jose, selama beberapa tahun terakhir, setidaknya tujuh perusahaan rintisan di ASEAN melesat menjadi Unicorn. Ekonomi kreatif sebagai sektor yang paling dinamis dalam ekonomi global saat ini, juga telah bertransformasi menjadi sumber pengembangan sosial-ekonomi. Ekonomi kreatif juga terbukti tahan krisis karena bersifat inklusif karena tidak memiliki batasan ras, usia, jenis kelamin, modal dan latar pendidikan.

“Beberapa negara, seperti Indonesia, Malaysia dan Thailand telah memiliki lembaga khusus untuk ekonomi kreatif. Hasilnya, beberapa subsektor ekonomi kreatif (seperti fashion, kuliner, kerajinan, desain produk, serta gym dan aplikasi) di negara-negara tersebut mengalami perkembangan yang luar biasa,” ujar Jose.

Sementara Direktur Hubungan Antarlembaga Luar Negeri Bekraf K. Candra Negara mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk mendorong kerja sama ekonomi  kreatif di lingkungan negara-negara ASEAN. Ini merupakan pertemuan mengenai ekonomi kreatif pertama di antara anggota ASEAN. “Di era revolusi industri 4.0, ketika globalisasi dan digitalisasi berjalan bersamaan, negara-negara di Kawasan Asia Tenggara harus siap dan harus mampu mengikuti perkembangan tersebut. Indonesia percaya, ASEAN dapat menjadi pemain utama dalam ekonomi kreatif. ’’Namun terdapat faktor yang harus diakselerasi, di antaranya pengarusutamaan isu ekonomi kreatif dalam mekanisme ASEAN,” ungkap Candra.

Pertemuan yang diselenggarakan oleh Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) bekerja sama dengan Kementerian Luar Negeri RI ini berlangsung pada 4-5 September 2019 dengan mengangkat tema “Promoting Cooperation and Collaboration in Creative Economy in ASEAN”. Kegiatan ini sejalan dengan cetak biru Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), terutama bagi penguatan peran UMKM dalam integrasi ekonomi ASEAN melalui pemasaran, teknologi dan inovasi.

ASEAN Regional Workshop on Creative Economy dikuti oleh perwakilan dari masing-masing negara anggota ASEAN, baik itu pembuat kebijakan maupun pelaku kreatif atau perwakilan asosiasi. Kegiatan ini diharapkan dapat merumuskan strategi, langkah dan upaya untuk mengembangkan dan mempromosikan kerja sama di antara negara-negara anggota ASEAN untuk memperkuat kapasitas ekonomi kreatif di kawasan. *dar

BAGIKAN