Singaraja 5 Besar Kota Alami Inflasi Tertinggi  

15
Kepala BPS Bali, Adi Nugroho

Denpasar (bisnisbali.com) – Agustus 2019 lalu, Singaraja mengalami inflasi mencapai 0,62 persen dengan indeks harga konsumen (IHK 2012=100). Posisi tersebut sekaligus membuat kabupaten di utara Bali ini menduduki 5 besar dari 44 kota secara nasional sebagai daerah dengan inflasi tertinggi.

“Inflasi bulanan, khususnya Singaraja perlu diwaspadai. Sebab sepanjang 2019 atau delapan bulan terakhir, inflasi sudah mencapai besaran yang lebih tinggi dari delapan bulan inflasi nasional,” tutur Kepala BPS Bali, Adi Nugroho, di Denpasar, Selasa (3/9) kemarin.

Imbuhnya, Agustus inflasi nasional hanya mencapai 0,12 persen, sedangkan inflasi tahunnya mencapai 3,49 persen pada 12 bulan terakhir.

Jelas Adi, Agustus 2019 inflasi di Singaraja ditunjukkan oleh meningkatnya indeks pada ketujuh kelompok pengeluaran, yakni kelompok pendidikan, rekreasi, dan olah raga mencapai 7,28 persen yang sekaligus penyumbang terbesar, disusul kelompok transpor, komunikasi, dan jasa keuangan 0,72 persen, kelompok sandang 0,59 persen, kelompok kesehatan 0,23 persen, kelompok makanan jadi, minuman, rokok dan tembakau 0,08 persen, kelompok bahan makanan 0,05 persen, serta kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar 0,03 persen.

“Komoditas yang tercatat memberikan andil atau sumbangan inflasi antara lain, cabai rawit, biaya pendidikan SMA, biaya pendidikan SD, biaya pendidikan SMP, dan telur ayam ras,” ujarnya.

Paparnya, khusus pada kelompok pendidikan, rekreasi, dan olahraga, dari lima subkelompok yang termasuk dalam kelompok ini, terdapat tiga subkelompok mengalami peningkatan indeks atau inflasi. Ketiganya, subkelompok pendidikan mencapai 11,24 persen, subkelompok perlengkapan atau peralatan pendidikan 0,47 persen, dan subkelompok olahraga 0,13 persen. Katanya, dua subkelompok lainnya tidak mengalami perubahan indeks atau stagnan, yaitu subkelompok kursus-kursus atau pelatihan dan subkelompok rekreasi.

Lanjutnya, komoditas yang tercatat memberikan sumbangan inflasi yaitu biaya pendidikan SMA mencapai 0,2996 persen, biaya pendidikan SD 0,0906 persen, biaya pendidikan SMP  0,0736 persen, buku pelajaran SMA 0,0025 persen dan tas sekolah 0,0020 persen. Kelompok pengeluaran itu secara akumulatif tercatat memberikan sumbangan inflasi 0,4684 persen. *man

BAGIKAN