Denpasar (Bisnis Bali)- Dalam mencapai target 18 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia pariwisata Bali tidak bisa hanya mengandalkan wisatawan leasure. Ketua GIPI Bali/Bali Tourism Board (BTB), IB. Agung Partha Adnyana Jumat (30/8) mengatakan guna mencapai target kontribusi maksimak pencapaian target nasional Bali mesti menggarap wisatawan dari pasar  Meeting, Incentive, Convention, and Exhibition (MICE).

Diungkapkannya, potensi kunjungan wisatawan ke Bali 2019 kurang lebih sama dengan tahun lalu. Untuk menggaet kunjungan wisatawan ke Bali industri pariwisata mesti kreatif dalam menggarap pasar.
Ia menjelaskan untuk mendapatkan hasil kunjungan wisatawan yang lebih maksimal sebaiknya Industri lebih kreatif dalam membuat paket wisata. Paket wisata dipasarkan secara digital.
Dipaparkannya, industri pariwisata Bali mesti lebih serius  menggarap pasar MICE. Pariwisata Bali memiliki berbagai fasilitas pariwisata termasuk untuk menopang pelaksanaan kegiatan MICE.  ” Pelaku pariwisata yang bergerak di bidang MICE maupun biro perjalanan wisata (BPW) diharap optimal menggarap pasar MICE,” ucap Agung Partha.
Bali memiliki fasilitas meeting dan konvensi yang berskala internasional. Pelaku pariwisata di Bali tentu mesti memanfaatkan fasilitas pariwisata tersebut khususnya untuk menggarap wisatawan MICE.
Lebih lanjut dikatakannya, Bali diharapkan berperan besar membantu pemerintah pusat dalam pencapai target  18 juta wisatawan mancanegara (wisman) ke Indonesia 2019. Untuk mencapai target 18 juta wisatawan, pariwisata Bali tidak bisa hanya mengandalkan penggarapan wisatawan leasure.
Di samping menggarap wisatawan leasure Bali wajib menggarap pasar pariwisata yang lain. Ini meliputi pasar minat khusus, sport event termasuk pasar MICE. (Kup)

BAGIKAN