Anjloknya harga Tomat ,Kadis Tanaman Pangan Katakan Siklus Biasa

29
Kadis Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana
Denpasar (Bisnis Bali) Kepala Dinas Tanaman Pangan, Holtikultura, dan Perkebunan Provinsi Bali, Ida Bagus Wisnuardhana mengatakan harga tomat di Kintamani yang terjun bebas hingga menyentuh Rp 1.000 per kg merupakan siklus yang biasa.
Wisnuardhana menjelaskan bahwa komoditas sayur-mayur memang cenderung tidak stabil, namun tidak begitu membuat pasar bergejolak.  “Harga sayur memang begitu (tidak stabil), karena sayur ada banyak pilihan ke komoditas lain. Begitu juga tomat, jika sedang mahal, masyarakat bisa memilih sayur yang lain, kalau sedang musim panen praktis akan turun. Berbeda dengan cabai yang tidak memberi pilihan, sehingga ketika harganya naik, praktis akan dirasakan,” tukasnya.
Anjloknya harga tomat di tingkat petani, pihaknya mengaku telah mengimbau petani menyesuaikan musim tanam. Penyesuaian musim panen diharapkan dapat mengontrol pasokan dengan kebutuhan yang ada, sehingga tidak terjadi kelebihan produksi yang dapat menghancurkan harga.*Pur
BAGIKAN