Pemilik LKP serta PKBM Agung, Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, MM.,  bersama Persekutuan Wanita Dian Kristawati 'GKPB Yudea Padang Luwih', usai pelatihan Busana adat Bali.

Denpasar (Bisnis Bali) – Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali setiap Kamis dan Hari Purnama, membuat semua komponen masyarakat Bali tidak hanya yang beragama Hindu mengenakan busana adat. Untuk meningkatkan pemahaman masyarakat tentang cara berbusana adat Bali yang baik dan benar, Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) serta Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM)  Agung memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengikuti pelatihan.

Pemilik LKP serta PKBM Agung, Dr. Dra. Anak Agung Ayu Ketut Agung, MM., memaparkan, busana adat bisa digunakan oleh semua orang tak hanya bagi yang beragama Hindu. Meski demikian belum semua orang memahami cara berbusana adat Bali yang baik dan benar. Untuk itu perlu terus dilakukan sosialisasi dan pelatihan.

Sebagai bagian dari tim sosialisasi Penggunaan Busana Adat Bali yang baik dan benar, Ibu Agung memberikan kesempatan untuk masyarakat umum yang ingin belajar berbusana adat Bali, memakai pusung tagel dan tengkuluk lelunakan untuk datang ke LKP Agung jalan Anggrek, Kreneng Denpasar.

“Saya siapkan waktu setiap hari Minggu, tapi harus berkelompok minimal 25 orang. Nanti pelatihan akan dilaksanakan di balai Banjar Kreneng karena kami ingin Banjar Kreneng kedepannya menjadi pusat pelestarian busana adat Bali,” tutur ibu Agung, Jumat (23/8) saat ditemui di LKP Agung.

Tiap hari LKP Agung penuh oleh mereka yang ingin belajar cara berbusana adat Bali. Seperti pelatihan berbusana adat Bali yang baik dan benar yang diberikan kepada Persekutuan Wanita Dian Kristawati ‘GKPB Yudea Padang Luwih’. Selain diberikan pengetahuan tentang berbusana adat Bali, ibu- ibu tersebut juga dibekali pengetahuan tentang tata rias diri sendiri, cara menggunakan pusung tagel dan tengkuluk lelunakan.

Ketua Persekutuan Wanita Dian Kristawati ‘GKPB Yudea Padang Luwih’,  Ni Gst Ayu Hanut Hayati, mengatakan tujuan mengikuti Pelatihan Pakem Busana dan Rambut (sanggul bali) bersama LKP Agung adalah untuk mengetahui serta bisa menggunakan busana adat dan juga sanggul Bali secara mandiri, terutama untuk keseharian.

“Ini kami lakukan sebagai upaya menyukseskan Pergub Nomor 79 Tahun 2018 tentang Penggunaan Busana Adat Bali, sesuai dengan arah pak gubernur setiap kamis menggunakan busana adat bali, jadi kita dilatih lagi untuk menggunakannya secara benar. Selain itu juga untuk ikut serta melestarikan adat budaya Bali,” ungkap Gusti Ayu Hayati.

Pihaknya mengaku memilih LKP Agung, sebagai tempat pelatihan karena melihat kiprah dan komitmen Ibu Dr. Dra. AA. Ayu Ketut Agung, M.M., yang lebih dari 36 tahun di bidang tata rias dan busana adat Bali sehingga tidak perlu diragukan lagi. “Selama mengikuti pelatihan kami sangat terkesan  dengan cara beliau memberikan pemahaman yang benar tentag busana adat Bali dan cara  bersanggul mandiri. Apa yang kami dapat dari beliau akan sangat berguna bagi kami setiap saat,”pungkasnya. *pur

BAGIKAN