Mangupura (Bisnis Bali) – Tren lonjakan harga emas atau logam mulia terus berlanjut. Terakhir emas 24 karat sudah bercokol di kisaran Rp 781 ribu per gram. Besar kemungkinan hal tersebut akan terus naik, bahkan berpeluang menembus kisaran Rp 800 ribu per gram pada akhir tahun nanti.

“Sebulan terakhir harga emas memang sempat berfluktuasi. Penurunan harga terjadi di kisaran tipis, sedangkan kenaikannya yang justru lebih sering terjadi hingga akhirnya berada di level Rp 781 ribu per gram hari ini,” tutur Kepala Pegadaian Cabang Kerobokan Badung Kuta Utara, Gusti Nyoman Arka, Kamis (22/8) kemarin.

Prediksinya, besar kemungkinan harga tersebut akan terus bergerak naik dan tidak menutup kemungkinan menembus kisaran Rp 800 ribuan per gram akhir tahun nanti. Imbuhnya, kenaikan harga emas tersebut didorong oleh ketidakpastian ekonomi global, seperti perang dagang antara Amerika Serikat (AS) dengan Tiongkok yang tidak kunjung mereda. Selain itu, didongkrak juga oleh sejumlah kondisi yang berdampak pada ekonomi di dalam negeri.

Jelas Arka, kenaikan harga emas tersebut berdampak pada nilai taksiran emas di Pegadaian, khususnya pada kredit cepat aman (KCA) yang ikut menyesuaikan kenaikan tersebut. Katanya, terakhir taksiran untuk penerimaan gadai perhiasan emas KCA ini berada di level Rp 600.500 per gram.

“Selama Agustus ini seiring dengan tren lonjakan harga emas, untuk taksiran penerimaan gadai ini sudah empat kali mengalami perubahan,” ujarnya.

Sambungnya, terkait itu pula pada investasi emas, khususnya pada tabungan emas jadi makin dilirik masyarakat sekarang ini. Paparnya, animo masyarakat membuka tabungan emas mengalami peningkatan mencapai dua digit sebulan terakhir, terutama datang dari kalangan generasi muda yang lebih dikenal  kaum milenial dengan menggunakan aplikasi Pegadaian digital untuk melakukan transaksi.

“Selain harga emas yang cenderung naik, kami tawarkan sejumlah kemudahan bertransaksi dan dari tabungan emas tersebut bisa digunakan sebagai jaminan untuk digadai. Itu juga jadi daya tarik bagi nasabah berinvestasi emas sekarang ini,” kilahnya. (man)

BAGIKAN