Serapan KUR ke Sektor Pariwisata di Tabanan Minim

22

Tabanan (Bisnis Bali) –
Selain penyaluran kredit usaha rakyat (KUR) difokuskan pada sektor produksi, kalangan perbankan penyalur kredit bersuku bunga 7 persen di Kabupaten Tabanan juga membuka diri untuk pengajuan KUR pada sektor pariwisata. Sayangnya, hingga masuk semester ke II-2019 pengajuan KUR dari sektor pariwisata di daerah lumbung pangan ini masih minim.
“Hingga kini belum banyak pelaku di sektor pariwisata di Tabanan yang mengakses KUR sebagai pengembangan atau mendorong usaha. Padahal, kami membuka diri menarima pengajuan KUR pada sektor tersebut,” tutur Kepala Bank BRI Cabang Tabanan, Anditya Mahendra Krishna, di Tabanan, Selasa (20/8).
Terangnya, masih minimnya debitur KUR pada pelaku langsung disektor pariwisata di Tabanan ini karena sebagaian besar obyek atau potensi wisata yang ada sudah di kelola oleh Pemerintah Daerah Tabanan melalui badan pengelola. Selain itu, jumlah tempat wisata yang dikelola oleh per orangan (swasta) juga terbatas selama ini. Bercermin dari itu imbuhnya, saat ini untuk penyaluran KUR ke sektor pariwisata lebih diserap pada sektor ikutannya. Semisal, usaha oleh-oleh, warung kopi maupun tempat makan di obyek wisata dengan pangsa pasar wisatawan yang datang berkunjung.
Jelas Anditya, hingga saat ini secara keseluruhan untuk panyulan KUR Bank BRI di Kabupaten Tabanan sebagian besar terserap kesektor produksi, termasuk mencakup juga usaha perdagangan. Selain itu, katanya KUR di Bank BRI di Tabanan juga terserap dalam jumlah yang cukup besar ke sektor pertanian, perkebunan dan peternakan sesuai dengan potensi daerah di Kabupaten Tabanan yang merupakan sentra produksi pertanian.
Sambungnya, selama ini animo masyarakat untuk mengajukan diri sebagai debitur KUR cukup bagus, bahkan itu tercermin dari target penyaluran per bulan yang rata-rata melebihi target. Yakni, mencapai 102 persen per bulan. Bercermin dari itu juga prediksinya, kuota KUR tahun ini untuk Bank BRI Cabang Tabanan kemungkinan habis tersalurkan pada September 2019 nanti.
“Kalau sudah habis, kami biasanya akan ajukan plafon tambahan lagi untuk alokasi KUR,” ujarnya.
Sementara itu, tingginya animo masyarakat untuk memanfaatkan KUR, dibarengi juga dengan kesadaran nasabah dalam pengembalian kredit. Terbukti katanya, selama semester I -2019 tingkat non performing loan (NPL) di Bank BRI Cabang Tabanan masih nol persen.
“Belum ada masalah untuk pengembalian kredit dari debitur KUR ini. Selain itu, karena kami juga memang sangat selektif dalam menggelontorkan dana penguatan modal dari program pemerintah tersebut,” kilahnya.*man

BAGIKAN