FASHION SHOW - Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri fashion show mengenakan tata rias dan busana pengantin khas Karangasem, dengan stafnya.

AGUSTUS ini terasa sepi, padahal ada banyak kegiatan atau gebyar HUT ke-74 RI. Yang sepi, kalangan usaha, seperti perbengkelan dan kunjungan wisatawan mancanegara, terasa lebih sepi dibandingkan Agustus 2018 lalu, yang biasanya musim kunjungan wisatawan mancanegara  (wisman) naik. Dalam situasi perekonomian sepi, Pemkab Karangasem perlu melakukan terobosan guna membantu masyarakat. Apa itu?

Ketua Komunitas Kreatif Karangasem (Korek), WAYAN Sutama, S.E., mengatakan, Bupati Karangasem  selaku pemimpin daerah perlu membantu masyarakat luas, baik pengusaha, kalangan perajin atau usaha kecil, mikro dan menengah,  pekerja perbengkelan atau teknisi dan petani.  Caranya, dengan aksi ”bela beli”. Maksudnya, dilakukan aksi atau program gebrakan atau gebyar membeli produk lokal warga Karangasem.

Selama ini, bengkel mobil di Karangasem sepi. Justru, kendaraan dinas di jajaran Pemkab Karangasem sangat banyak. Ternyata, pihak pemkab melakukan service kendaraan dinas, di Denpasar. Di Karangasem juga sudah ada bengkel, dengan teknisi bersertifikat dan keterampilannya  tak kalah dengan yang ada di luar Karangasem. Suku cadang yang disediakan di bengkel-bengkel itu juga asli. ‘’Kalau misalnya kendaraan Pemkab Karangasem di-service di bengkel-bengkel di Karangasem, tentu akan sangat membantu teknisi lokal warga Karangasem. Pendapatan mereka pasti akan meningkat. Saling menguntungkan, karena pengeluaran pemkab untuk pemeliharaan dan service kendaraan dinas pasti lebih efisien,’’ paparnya.

Di pihak lain, Bupati IGA Mas Sumatri mengatakan, beberapa waktu lalu telah menutup pameran industri dan dagang yang dirangkaikan dengan pameran potensi pembangunan dalam rangka memeriahkan HUT RI, di Lapangan Padangkerta. Pada saat penutupan industri dan pameran dagang itu, pihaknya juga memberikan kejutan kepada masyarakat Karangasem. Bupati sendiri turun langsung fashion show   menampilkan  tata rias dan busana pengantin khas Karangasem. ‘’Tentunya ini juga dalam rangka memberdayakan produk lokal, penenun atau perajin lokal, dan juru rias lokal. Tujuan saya menggugah hati masyarakat, apa pun kesenian dan kebudayaan jangan sampai punah. Mari jaga bersama busana adat, kesenian dan kebudayaan kita,’’ paparnya. *bud

BAGIKAN