“Bali: Beats of Paradise”, Potensi Angkat Pariwisata dan Ekonomi Bali

48
Mangupura (Bisnis Bali) – Sektor pariwisata menjadi salah satu pilar pembangunan Indonesia. Dengan adanya film dokumenter tentang seniman serta gamelan khas Pulau Dewata tentunya akan membawa dampak positif terhadap Indonesia secara umum dan Bali, khususnya di bidang ekonomi.

“Harapan kita tentunya seni dan budaya Indonesia lebih terkenal. Kisah inspiratif seniman serta komposer gamelan Bali Nyoman Wenten akan membuat wisatawan penasaran dan mau datang ke Pulau Bali,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Bali Trisno Nugroho di sela-sela pemutaran Film Bali: Beats of Paradise di Kuta, Sabtu (10/8) malam. 

Ia mengatakan Bali: Beats of Paradise yang mengangkat kisah perjuangan Nyoman Wenten dalam mengenalkan alat musik tradisional gamelan Bali di Amerika secara tidak langsung bisa mempromosikan Bali lebih luas kepada masyarakat dunia. Terlebih film dokumenter ini juga telah ditayangkan di Amerika Serikat, Korea dan Singapura Airlines, sehingga akan banyak wisatawan yang ingin lebih mengetahu gamelan.

“Akan banyak wisatawan ke Indonesia dan kepingin melihat gamelan yang istrumennya sangat bagus . Wisatawan mancanegara banyak datang ke Bali, tentunya berimbas pada pertumbuhan ekonomi yang maju dan masyarakat sejahtera,” ujarnya.

Ini sejalan upaya BI Bali mendukung berkembangnya ekonomi kreatif di Pulau Dewata, terlebih Indonesia adalah tempat gamelan terbaik di dunia dan wisatawan harus lihat ke Bali sebagai daerah asalnya.

“50 persen pertumbuhan ekonomi Bali-kan dari wisatawan. Adanya film dokumenter ini bisa menarik wisatawan untuk datang dan perekonomian ikut tumbuh tinggi,” paparnya.

Trisno juga berharap melalui film tersebut Bali menjadi kian terkenal. Ekonomi kreatif mulai gamelan, tarian menjadi multiplier effect tinggi bagi pariwisata dan perekonomian akan tumbuh.

Hal sama disampaikan sutradara dan material artis ternama dunia Livi Zheng yang mengangkat cerita inspiratif seniman Nyoman Wenten dalam sebuah film dokumenter.

 “Bagi saya kisah Pak Wenten ini sangat inspiratif sehingga layak diangkat ke sebuah film layar lebar. Jadi harapan saya memperkenalkan kebudayaan dan kesenian Indonesia di luar negeri dan saya harap semoga orang Indonesia makin mencintai tradisi serta budaya Indonesia,” katanya.

Ia pun menjelaskan musik gamelan sudah dipakai dalam beberapa film Hollywood di antaranya film Avatar, Korra, James Cameron TV, serial Star Trek dan Nintendo game super Mario Bros. Musik gamelan juga diajarkan di banyak universitas di Amerika di antaranya di Harvard University of California Los Angeles dan University of California Berkeley.

Ia menambahkan film berjudul Bali: Beats of Paradise ini sudah berhasil tayang di bioskop di beberapa negara di dunia seperti Amerika, Korea dan beberapa negara lainnya di Asia serta Australia. Bali: Beats of Paradise ini mengisahkan tentang seorang seniman Bali Nyoman Wenten yang menetap di Amerika selama puluhan tahun. Di awal perjalanannya banyak tantangan yang menghadang di antaranya dia harus meninggalkan kampung halaman dan berpisah dengan keluarganya di Bali.

Namun kini semuanya sudah berlalu tentang hanya berhasil bertahan di negeri orang, tetapi juga berhasil meraih apa yang sebelumnya cita-citakan yaitu menjadi seniman dan juga guru besar gamelan yang menyebarkan gamelan di Amerika. Ia berkata musik gamelan ini populer diajarkan ke kampus-kampus utama di Amerika.

Livi Zheng menambahkan, film layar lebar ini mengambil gambar di Los Angeles Amerika Serikat serta di Bali. Tak hanya itu, dalam soundtrack filmnya, Nyoman Wenten berkolaborasi dengan penyanyi pemenang Grammy Awards kontestan The Voice dan partner Michael Jackson, yaitu Judith Hills.

Selain itu, di film Bali Beats of Paradise inilah bentuk dan wujud aslinya berhasil menggabungkan genre musik tradisional Bali yang pentatonik dengan musik perpaduan dua dunia itu dikerjakan bersama Judith Hills dalam studionya Queen of The Hills, serta dilengkapi video klip yang sarat dengan warna balutan busana tradisional Bali yang ditampilkan oleh Nyoman Wenten.

Film ini pun sudah diapresiasi oleh pejabat negara seperti Wakil Presiden Jusuf Kalla, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Menteri Pariwisata Arief Yahya hingga Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian.*dik

BAGIKAN