Serangan Hama Tikus Pusokan 20 Hektar Tanaman Padi di Penebel

38

Tabanan (Bisnis Bali) –
Selain ancaman kekeringan yang menghantui pada musim kemarau sekarang ini, sejumlah sentra produksi pertanian padi di Kabupaten Tabanan juga dihantui oleh ancaman serangan hama tikus. Serangan hama tikus ini, bahkan sudah mengakibatkan puso atau gagal panen di sejumlah sentra produksi padi di Kecamatan Penebel seluas 20 hektar.
Koordinator POPT Distan Tabanan, Ir. I Nengah Durmita, seijin Kepala Dinas Pertanian Tabanan, Selasa (6/8) mengungkapkan, Kecamatan Penebel serangan hama tikus ini terjadi pada bulan lalu dan merupakan daerah yang terparah hingga mengakibatkan puso. Imbuhnya, di Kecamatan Penebel serangan hama tikus ini khususnya terjadi di Subak Klocing dengan luasan 13 hektar, dan di Subak Pesagi 7 hektar.
“Selain Penebel, saat ini dari hasil pemantau lapangan serangan hama tikus juga terjadi di Kecamatan Kediri dengan berdampak puso mencapai 4 hektar,” tuturnya.
Jelas Durmita, bercermin dari kondisi tersebut, maka dihimbau petani agar mewaspadai serangan hama tikus, mengingat serangan hama tersebut bisa terjadi di mana saja. Katanya, upaya yang bisa dilakukan diantaranya dengan melaksanakan gerakan pengropyokan pada pascapanen atau pengendalian hama tikus dengan istilah bongkar, bunuh, dan benahi (B3).
Paparnya, istilah bongkar dalam membasmi hama tikus ini adalah membongkar lobang aktip atau yang dicurigai sebagai sarang tikus. Sambungnya, kemudian bunuh pada saat keluar tikusnya, dan benahi kembali pematang sawah untuk mencegah kembali munculnya serangan hama tikus sekaligus untuk mendukung proses tanam selanjutnya.
“Saat ini untuk hasil yang maksimal dalam membasmi serangan hama tikus memang sebaiknya dilakukan secara manual. Termasuk juga dengan cara memberi umpan pada awal musim tanam untuk membasmi hama tikus,” ujarnya.
Tambahnya, tahun ini selain di dua kecamatan itu, sebelumnya serangan hama tikus juga sempat mengganas di Subak Tegeh, Desa Angseri, Kecamatan Baturiti, Tabanan. Akuinya, serangan hama tikus di Subak Tegeh tersebut mengakibatkan kerusakan ringan, rusak berat dan juga mengakibatkan puso.
Sementara itu, petani yang terdampak dari serangan hama tikus yang terjadi di Subak Klocing dan Subak Pesagi di Kecamatan Penebel ini sudah mendapat klaim program asuransi usaha tani padi (AUTP). Terang Durmita, masing-masing petani mendapat klaim asuransi mencapai Rp 6 juta per hektar. Sementara, untuk petani di Kecamatan Kediri yang juga mengalami kerugian puso akibat serangan hama tikus ini tidak mendapatkan klaim asuransi AUTP, mengingat belum terdaftar sebagai peserta program AUTP.*man

BAGIKAN