Perdana, GHE Gelar Annual Hotelier Summit Indonesia

29
Jpeg

Mangupura (Bisnis Bali) – Global Hospitality Expert (GHE) sebagai lembaga pengembangan sumber daya manusia bidang kepariwisataan dan pengembangan destinasi wisata menggelar 1st Annual Hotelier Summit Indonesia, di Tuban, Kuta pada 12-13 Juli 2019.

President Director GHE, Agus Yoga Iswara mengungkapkan event ini merupakan media untuk mengedukasi para praktisi, investor serta seluruh insan pariwisata guna mengetahui tren terkini di industri pariwisata. Menurutnya, dewasa ini perkembangan pariwisata dunia diliputi fenomena yang dramatis dari sisi internal dan ekstemal. “Kita melihat bagaimana alam, budaya dan seni sebagai keunggulan destinasi saat ini dihadapkan pada ancaman degradasi dalam berbagai hal, seperti kualitas sumber daya alam, perubahan gaya hidup masyarakat dan pengaruh digitalisasi di bidang informasi dan teknologi. Ini perlu disikapi dengan cara pandang yang holistik dan visioner bahwa industri ini perlu penyelamatan yang nyata dan konsisten,” ujar Yoga Iswara.

GHE sebagai tenaga expert merasa terpanggil untuk menguatkan kembali ketahanan sumber daya manusia bukan hanya pada technical skills yang sudah menjadi keahliannya, namun juga pada soft skills dan human skills agar dapat beradaptasi untuk melakukan inovasi dan kreatifitas dalam mengelola usaha bisnis tanpa merusak atau mengabaikan sisi keunggulan destinasi Bali. “Secara spesifik, kita ingin menunjukkan kepada dunia bahwa Bali dan Indonesia bukan hanya terkenal sebagai destinasi wisata, namun juga pencetak dan penyedia sumber daya manusia (SDM) kepariwisataan yang andal dan kompeten,” imbuhnya.

Sementara itu Ketua Penyelenggara, I Made Ramia Adnyana mengatakan Annual Hotelier Summit Indonesia 2019 dilaksanakan di Bali yang dihadiri lebih dari 600 peserta, menjadi embrio agenda tahunan ke depannya. Selanjutnya akan dilaksanakan secara bergilir di berbagai kota besar di Indonesia untuk pemerataan dan menjadi gerakan nasional akan pentingnya pemahaman industri pariwisata sebagai bentuk perekonomian yang berbasis kerakyatan. “Kali ini kami sajikan sembilan seminar dalam dua hari dengan menghadirkan 18 narasumber yang ahli di bidangnya,” ucap Ramia.

Pihaknya optimis event ini akan bisa berlanjut ke depannya karena manfaat bagi industri dan insan pariwisata sangat besar. “Hebatnya Iagi adalah ini merupakan event pertama di Indonesia yang melibatkan bukan hanya satu profesi bidang keahlian namun berbagai bidang termasuk pembangunan SDM, yaitu bidang pendidikan dan pelatihan vokasi kepariwisataan,” tutupnya. (*dar)

BAGIKAN