Koleksi Uang Kepeng, dari Penasaran Jadi Hobi

26

Denpasar (Bisnis Bali) – Koleksi uang kepeng belum begitu banyak ditekuni orang, namun banyak orang yang sekedar senang. Koleksi uang kepeng memang masih banyak kendalanya, mulai dari pengetahuan tentang uang kepeng masih minim di masyarakat hingga dari buku sulit didapat.

“Saya awalnya mulai koleksi uang kepeng karena penasaran, kemudian jadi hobi. Saya mulai koleksi dari awal tahun 90-an, ketika sedang ketemu satu, dua keping uang logam,” tutur Nyoman Putra Harthawan, asal  banjar tengah pliatan saat ditemui di Stand pameran Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-14.

Uang kepeng yang selama ini diketahui masyarakat adalah dari Cina.  “Awalnya dipergunakan sebagai alat pembayaran yang sah, namun setelah Indonesia merdeka dan sudah tidak dipergunakan lagi tapi di Bali malah menjadi sarana upacara,” terangnya.

Putra mencoba untuk mencari beberapa literatur tentang uang kepeng. “Saya punya temen kebetulan mengerti tentang Mandarin, kemudian saya dapatkan beberapa buku dari beliau kemudian dari sanalah saya mulai mendalami katalog yang saya dapatkan.

Memberi petunjuk petunjuk dari tulisannya, bunyi tulisannya, kemudian tahun pembuatannya, apa bahan pembuatnya.  Kemudian berkembang bahwa tidak semua uang kepeng itu dari Cina, ada dari Jepang, Vietnam  dan dari kerajaan nusantara. “Uang kepeng ini luar biasa karena tidak ada uang lain yang dipergunakan dalam kurun waktu yang panjang, lebih dari 700 tahun,” tukasnya.

Dengan mengkoleksi uang kepeng, ia berharap nantinya dapat berguna bagi generasi penerus, untuk mengenal sejauh mana peredaran uang atau seberapa besar pengaruh Cina terhadap Bali. “Dengan temuan uang kepeng  sebetulnya memberikan kita pengetahuan bahwa kita pernah kontak dengan Cina dan terjadi akulturasi budaya,” pungkasnya.*pur/editor rahadi

BAGIKAN