Bapelitbang Tabanan Gelar Workshop Pengembangan Investasi di Kawasan Nikosake

31
Workshop yang digelar Bapelitbang Tabanan

Tabanan (Bisnis Bali) –
Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Perencanaan dan Penelitian Pembangunan (Bapelitbang) Daerah Kabupaten Tabanan sebagai leading sektor, menggelar Workshop Sinergitas Managemen dan Prospek Pengembangan Investasi Agrowisata di Kawasan Nikosake, di RM. Dewi Sri, Kediri, Tabanan, Sabtu (6/7). Forum diskusi ini bertujuan memantik pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Tabanan Barat, khususnya kawasan penghasil Nira, Kopi, Salak, dan Kelapa (Nikosake).
Workshop ini menjadi sangat penting mengingat kawasan Nikosake yang meliputi lima desa di Tabanan Barat. Yakni, Desa Belimbing, Sanda, Munduktemu, Wanagiri dan Lumbung Kauh, masih terdapat kesenjangan dengan Daerah Tabanan Utara maupun Selatan. Di sisi lain, kelima desa tersebut memiliki potensi yang sangat unik untuk dikembangkan sebagai daerah Agrowisata. Contohnya, Munduktemu bagaikan Negeri di atasa awan, Desa Sanda dengan kunang-kunangnya dan Wanagiri dengan julukan Desa Hujan yang memiliki pemandangan yang Indah.
Bercermin dari itu, melalui workshop itu Kepala Bapelitbang Kabupaten Tabanan IB. Wiratmaja berharap bisa menggali seluruh potensi dari lima desa di kawasan Nikosake yang akan dikemas menjadi sebuah produk. Selanjutnya, produk tersebut akan dikolaborasikan dengan aktifitas produksi dari penduduk setempat, sehingga wisatawan tertarik untuk mengunjungi lima desa di kawasan Nikosake.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Tabanan, I Gede Susila, disela-sela workshop mengungkapkan dalam pengembangan ekonomi lokal melalui program KPPN memilih lima desa sebagai pengembangan investasi agrowisata didasari atas pertimbangan desa yang angka kemiskinannya relatip tinggi. “Melalui berbagai diskusi, disepakati komoditi yang dijadikan fokus pengembangan adalah Nira, Kopi, Salak dan Kelapa. Selanjutnya desa dan lima komoditas unggulan tersebut kami branding sebagai Nikosake,” jelasnya.
Dalam usaha pengembangan daerah tersebut, lanjutnya dalam satu tahun terakhir ini melalui fasilitas Bappenas, Pemkab Tabanan telah menjalin kerjasama dengan proyek NSLIC/NSELRED melalui Program Responsive Innovation Fund atau RIF. “Melalui kerjasama ini telah terlaksana berbagai pelatihan berkenaan dengan peningkatan nilai tambah produk unggulan, serta penyiapan SDM untuk mendukung pengembangan Desa Wisata,” imbuh Susila.
Selian itu, Tambahnya, Pemkab Tabanan juga telah menghidupkan kembali perusahaan Daerah yaitu PD. Dharma Santhika yang diberi mandat menangani pemasaran komoditi dan produk olahan petani, BUMDes dan UMKM. Dalam pelaksanaan atau suksesnya kegiatan pengembangan ini, jelasnya pemerintah tidak bisa berjalan atau bekerja sendiri. Namun, perlu dukungan dari semua pihak, khususnya masyarakat di kawasan Nikosake, sehingga program ini bisa berjalan dengan lancar.
“Saya beraharap agar tetap semangat dan terus berupaya melakukan sesuatu untuk mengembangkan potensi Desanya masing-masing. Tingkatkan SDM, pelihara komitmen, jaga kebersamaan, dan bangun jejaring seluas mungkin,” imbuh Susila.*man

BAGIKAN