Peserta Open Forum dan RAT Inkopdit TB 2018, Kunjungi KSP Mulia Sejahtera Tabanan

117
Fransiskus M Patarruk paparkan raihan pencapaian usaha KSP Mulia Sejahtera

Tabanan (Bisnis Bali) –
Disela – sela kegiatan Open Forum, Lokakarya dan rapat anggota tahunan (RAT) Induk Koperasi Kredit (Inkopdit) tahun buku (TB) 2018 yang digelar di Prime Plaza Hotel, Sanur, Bali, sejumlah peserta acara tersebut menyempatkan diri untuk melakukan studi banding ke KSP Mulia Sejahtera Tabanan, Selasa (25/6). Kunjungan ke KSP Mulia Sejahtera Tabanan, karena koperasi tersebut dinilai berhasil lakukan trobosan dan inovasi ke sektor riil.

Kedatangan rombongan dipimpin Trisna Ansarli yang merupakan salah satu penasihat Inkopdit, diterima langsung oleh GM KSP Mulia Sejahtera, Drs., Fransiskus M Patarruk., S., Pd, beserta jajaran pengurus dan staf KSP Mulia Sejahtera. Selain itu, hadir pula dalam kesempatan tersebut Kabid Kelembagaan Dinas Koperasi dan UKM Tabanan, Ni Nyoman Yudiani.
Trisna Ansarli mengungkapkan, kunjungan ke KSP Mulia Sejahtera Tabanan ini merupakan salah satu program terkait pembelajaran bagi sejumlah pelaku perkoperasian yang ikut dalam giatan Open Forum, Lokakarya dan RAT Inkopdit TB 2018. Imbuhnya, KSP Mulia Sejahtera ini dipilih karena koperasi ini konsisten dalam menerapkan, apa yang selama ini mereka (KSP Mulia Sejahtera) pelajari dari lembaga Indkopdit.
“Sebab pilar pertama kami adalah pendidikan, karena dengan pendidikan tersebut mereka terima dan mencoba untuk menerapkan sesuai dengan kemampuan, kondisi dan situasi mereka setempat. Nah, saya nilai KSP Mulia Sejahtera ini mengadopsi itu dengan baik,” tuturnya.
Sambungnya, itu terbukti salah satunya dengan KSP Mulia Sejahtera yang sudah melakukan pemekaran kredit melalui pengembangan usaha di sektor riil. Yakni, mengadopsi sektor pertanian dan olahan, bahkan juga menyasar pengembangan usaha dari produk herbal, sehingga pada akhirnya nanti akan memberikan keuntungan bagi koperasi dengan berputarnya dana dari sektor kredit.
“Kami memang anjurkan untuk melakukan pengembangan usaha, salah satunya menggarap sektor riil, sehingga koperasi sebagai lembaga pelayanan usaha keuangan bisa mengembangkan, mendorong, serta memberdayakan anggota untuk memiliki usaha,” ujarnya.
Di sisi lain, Fransiskus dalam kesempatan tersebut mengungkapkan, merasa bangga dan senang karena menjadi salah satu koperasi yang dipilih untuk dikunjungi oleh peserta Open Forum, Lokakarya dan RAT Inkopdit TB 2018 yang diiukuti oleh peserta se-Indonesia. Harapannya, ketika kembali ke daerah masing-masing para peserta bisa mengembangkannya, sehingga bisa memberi dampak bagi kemajuan dan kesejahteraan bersama.
Paparnya, selama 18 tahun oprasional KSP Mulia Sejahtera terus mengalami pertumbuhan usaha yang positip. Selain itu, pencapaian lainnya adalah sudah mengembangkan usaha dengan menggarap sektor riil, khususnya untuk membantu para anggota dalam meningkatkan kesejahteraan saat ini. Tambah Fransiskus, saat ini jumlah anggota sudah hampir 9 ribu, total pengelolaan asset mencapai Rp 90 miliar yang semua itu bersumber dari anggota.
Sementara itu, Ni Nyoman Yudiani mengungkapkan, saat ini total jumlah koperasi di Kabupaten Tabanan mencapai 575 dan dari jumlah tersebut 198 bersetatus tidak aktip. Imbuhnya, dari jumlah tersebut, KSP Mulia Sejahtera merupakan salah satu koperasi terbaik di Kabupaten Tabanan sekaligus layak menjadi contoh bagi koperasi lainnya.
“Terkait itu, saya apresiasi kepada manajemen yang selalu melakukan inovasi dan trobosan, bahkan inovasi untuk berani memulai bergerak di usaha atau sektor riil. Hal itu sejalan dengan arah pembangunan Pemda Tabanan untuk mengembangkan sektor riil,” tandasnya.*man

BAGIKAN