Festival Yeh Gangga akan Perkenalkan Timbungan Ikan sebagai Branded Lokal

46
Bendesa Adat Yeh Gangga yang juga Ketua Panitia memaparkan persiapan festival

Tabanan (Bisnis Bali) –
Selain mengangkat seni dan budaya lokal, di ajang Festival Yeh Gangga akan memperkenalkan timbungan ikan sebagai branded kuliner lokal di kawasan wisata pantai Yeh Gangga. Itu dilakukan dengan menggandeng Indonesian Chef Association (ICA) Kabupaten Tabanan.

persiapan panggung yang akan digunakan pada ajang festival

“Di ajang Festival Yeh Gangga akan menampilkan potensi laut. Selain itu, di ajang tersebut juga akan menampilkan pementasan tari rejang renteng yang ditarikan oleh ibu-ibu dari berbagai porofesi, dan tidak kalah menariknya adalah diperkenalkan timbungan ikan sebagai branded lokal,” tutur Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setda Kabupaten Tabanan, AA., Dalem Tresna Ngurah, didampingi Plt Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Tabanan, I Made Yasa, dan Bendesa Adat Yeh Gangga, disela-sela persiapan terkait Festival Yeh Gangga, Rabu (19/6).
Terang Tresna Ngurah, dari adanya branded kuliner lokal tersebut, maka ketika masyarakat ingin menikmati timbungan ikan akan datang ke obyek wisata Yeh Gangga. Nantinya, pengenalan salah satu branded kuliner lokal ini akan dilakukan dengan demo memasak timbungan ikan sepanjang lebih kurang 50 meter. Imbuhnya, terkait kuliner, di ajang Festival Yeh Gangga juga mengenalkan kuliner laut seperti, pesan pindang, aneka menu lobster, dan sop ikan yang merupakan dukungan dari Indonesian ICA Tabanan.
Jelasnya, mengangkat kuliner lokal dan keseluruhan kegiatan di ajang Festival Yeh Gangga ini merupakan salah satu upaya bertujuan mempromosikan pantai di bagian selatan Kabupaten Tabanan ini. Sebab, selama ini pantai Yeh Gangga selain sudah dikenal sebagai salah pusat produk penghasil perikanan tangkap, juga memiliki potensi keindahan pantai yang menarik untuk dikunjungi, sehingga terus dilakukan upaya untuk promosi.
Nantinya, saat pembukaan akan diawali dengan upacara ngeruwat laut, diiringi tari rejang renteng yang ditarikan 505 orang penari wanita dari Yeh Gangga. Tarian Wali ini langsung mendapat pembinaan dari Ida Ayu Made Diastini, SST., Msi yang diberi mandat mensosialisasikan ke seluruh Bali agar gerak tari tersebut ditarikan sesuai dengan pakem.
“Para penari ini memang bukan penari, mereka ini terdiri dari pedagang, petani, hingga buruh. Namun, mereka sangat bergembira bisa menjadi bagian dalam event ini,” tandasnya.
I Made Yasa menambahkan, kegiatan promosi dalam Festival Yeh Gangga sengaja memberikan kesempatan penuh kepada krama desa pekraman Yeh Gangga untuk mengelola kegiatan. Harapannya, masyarakat dapat berperan secara optimal tidak hanya menjadi penonton.
“Apabila masyarakat setempat sudah berperan secara optimal, maka mereka akan mendapatkan manfaat dari kegiatan kepariwisataan ini. Sekaligus mereka akan selalu menjaga keberadaan obyek, karena sudah merasa memiliki dan mendapatkan keuntungan,” kilahnya.
Sementara, Bendesa Adat Yeh Gangga I Ketut Dolia selaku Ketua Panitia mengatakan, warga Yeh Gangga mendukung penuh pagelaran festival ini. Paparnya, ajang festival yang berlangsung mulai 22 Juni hingga 23 Juni 2019 nanti akan diwarnai juga dengan lomba menggambar, lomba menghias jukung nelayan, lomba foto, dan pentas seni.*man

BAGIKAN