Iman Fatchurochman : Perlu Waspadai Hujan dan Gelombang Tinggi

32

Mangupura (Bisnis Bali) – Beberapa hari belakangan ini wilayah Indonesia dan Bali khususnya kembali mengalami hujan, meski tidak merata di semua tempat. Tak hanya itu, cuaca ekstrem juga mengakibatkan terjadinya gelombang tinggi di perairan, termasuk di Selat Bali. Kondisi ini perlu diwaspadai oleh masyarakat.

Kepala Bidang Data dan Informasi
Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BBMKG) Wilayah III, Iman Fatchurochman, S.Si, M.DM

mengatakan hampir seluruh wilayah di Indonesia mengalami curah hujan tinggi dan gelombang tinggi. Hal tersebut diakibatkan aktivitas gelombang atmosfer Madden Julian Oscillation (MJO) yang masih aktif. Aktivitas MJO ini berpotensi cukup signifikan mendukung pembentukan awan hujan di Indonesia bagian tengah dan timur yang diprakirakan akan berlangsung hingga lima hari ke depan.

Selain hujan lebat, potensi gelombang tinggi antara 2,5 hingga 4 meter diperkirakan masih akan terjadi di beberapa perairan termasuk Selat Bali. “Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada dan berhati-hati terhadap dampak yang dapat ditimbulkan oleh hujan lebat tersebut, seperti potensi terjadi banjir, tanah longsor, banjir bandang, genangan, angin kencang, pohon tumbang dan jalan licin,” ujar Iman.

Selain itu, kata Iman, perlu diperhatikan juga risiko tinggi terhadap keselamatan pelayaran. Untuk perahu nelayan harus waspada terhadap kecepatan angin lebih dari 15 knot dan tinggi gelombang di atas 1,25 m, kapal tongkang (kecepatan angin lebih dari 16 knot dan tinggi gelombang di atas 1,5 m), kapal ferry (kecepatan angin lebih dari 21 knot dan tinggi gelombang di atas 2,5 m), kapal ukuran besar seperti kapal kargo/kapal pesiar (kecepatan angin lebih dari 27 knot dan tinggi gelombang di atas 4,0 m). “Dimohon kepada masyarakat yang tinggal dan beraktivitas di pesisir sekitar area yang berpeluang terjadi gelombang tinggi agar tetap selalu waspada,” harapnya. (*dar)

BAGIKAN