Waspadai Konsumsi Berlebih Menu Lebaran yang Mengandung Santan

40
BAHAYA makanan bersantan merupakan efek samping dari kebiasaan dan gaya

hidup seseorang. Santan mengandung lemak jenuh terbanyak dibandingkan minyak goreng kemasan yang banyak dijual di pasar tradisional walaupun kenyataannya santan baik bagi kesehatan tubuh selama diimbangi asupan gizi dari makanan lain.

Biasanya momen Lebaran identik dengan menu atau makanan yang mengandung santan, mulai dari opor, rendang, gulai dan
masih banyak lagi. karena moment hari raya biasanya orang akan lupa untuk
membatasi diri mengkonsumsi menu ini.

“Sebenarnya apabila dikonsumsi dalam batas normal santan tidaklah bahaya, namun kenyataannya karena hari raya banyak yang kebablasan dan makan secara berlebihan, bukan hanya satu macam tapi dengan banyak macam menu yang semuanya mengandung santan,” ungkap Purnama Dewi, salah seorang ahli gizi di Denpasar.

Pada dasarnya ada beberapa manfaat atau nilai gizi yang terkandung pada santan, seperti kalori. Dalam kondisi santan yang mentah atau belum diproses banyak mengandung mineral seperti kalium-zat besi-tembaga-fosfor dan natrium, santan juga memiliki kandungan asam laurat yang berfungsi untuk proses penyembuhan akibat peradangan dan infeksi, protein dan kandungan vitamin. “Kalau dikonsumsi secara tepat santan memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita, namun apabila sebaliknya dikonsumsi berlebih ada banyak sekali bahaya yang siap mengancam kesehatan kita,” terang Purnama Dewi.

Purnama Dewi menjelaskan beberapa bahaya yang bisa terjadi akibat mengkonsumsi makanan yang mengandung santan antara lain :

1. Gangguan jantung
Ketika santan mentah dimasak dalam suhu tinggi yang terlalu lama atau dilakukan pemanasan  berulang akan menyebabkan santan mengalami pemadatan dan peningkatan jumlah lemak lalu perlahan l berubah menjadi lemak jahat atau Lower Density Lipopokers/ LD. “Bahaya makanan
bersantan dapat menyebabkan penumpukan lemak trans dalam tubuh yang berpotensi besar mengiritasi jantung kemudian memblokir aliran darah arteri
jantung dan menyebabkan timbunan lemak di area katub jantung,” terangnya.

2. Keropos tulang
Santan yang dikonsumsi setiap hari dalam takaran yang berlebihan dapat
mengganggu keseimbangan pembentukan tulang. Santan hasil kelapa yang telah
diparut mengandung kolesterol sebanyak 100 mg per 100 gr dan apabila
santan dipanaskan terlalu lama akan ada
peningkatan kolesterol didalamnya, apabila masuk ke dalam tubuh dapat
merusak tulang dan menghambat kepadatan tulang sehingga memicu kondisi dinding lapisan tulang menjadi mudah retak dan keropos.

3. Asam lambung naik
Perut yang kosong tetapi sudah dimasuki santan dapat mempersulit lambung mencerna makanan lain sehingga akan timbul rasa nyeri pada lambung dan memicu peningkatan asam lambung secara tiba-tiba. Kondisi ini menyebabkan munculnya penyakit mag bagi orang sehat yang awalnya tidak memiliki penyakit mag.

4. Alergi
Pada sebagian anak-anak santan dapat menyebabkan reaksi alergi berupa
gatal tenggorokan dan timbul batuk-batuk. Tidak menutup kemungkinan dapat
memperparah kondisi orang dewasa yang sedang mengalami radang tenggorokan
akibat batuk.

5. Diare
Kadar serat yang tinggi pada santan kelapa dapat menyebabkan gas yang berlebihan serta memicu penekanan pada saluran pembuangan sehingga proses pengentalan dan pengerasan feses sulit terjadi. Kondisi ini menyebabkan munculnya bahaya makanan bersantan berupa perut terasa nyeri mual-mual dan diare.

6. Stroke
Santan mengandung kolesterol dan lemak jenuh yang mudah mengendap atau
menumpuk pada aliran darah dan pembuluh arteri. “Jika penumpukkan tidak
diimbangi dengan mineral dan cairan tubuh yang cukup akan menimbulkan penyumbatan yang berpotensi menyebabkan serangan stroke ringan bagi seseorang yang tidak memiliki gejala stroke dan akan menjadi berat bagi
seseorang yang awalnya telah memiliki stroke ringa. Bahaya makanan
bersantan yang paling sering menyerang usia lansia adalah jenis serangan
stroke berat,” ungkap ahli gizi di salah satu sekolah kesehatan suasta ini.

7. Hipertensi
Bahaya makanan bersantan cenderung disebabkan karena jumlah yang
berlebihan sehingga dapat merangsang peningkatan kadar trigliserida yang dapat menyumbat arteri dan pembuluh darah. Kondisi ini mempercepat naiknya tekanan darah pada orang orang yang berusia
muda yaitu antara usia 20 sampai 30 tahun.

8. Obesitas
Penggunaan santan dengan penambahan gula pada sayur, kolak, soto dan
sebagainya dapat menyebabkan lemak jenuhnya makin meningkat. Hal ini
dikarenakan tanpa adanya penambahan gula hakikatnyan santan telah
mengandung gula sekitar 2,1 gr yang apabila terjadi proses pemanasan
kolesterol, lemak jenuh dan zat trigligseridanya mengalami jumlah yang
mengejutkan yaitu 2 kali lipat lebih banyak dan sangat mungkin menyebabkan kenaikan berat badan.

9. Kerusakan organ empedu
Kantung empedu bermanfaat untuk penyerapan lemak dalam tubuh agar kadarnya tetap dalam kondisi stabil namun ketika santan lemak terlalu banyak masuk
dalam tubuh akan terjadi penumpukan kolesterol dan menyebabkan pembentukan batu empedu. Terlalu banyak lemak santam dalam tubuh justru mengakibatkan kantung empedu telah gagal menstabilkan kadar lemak yang seimbang dalam tubuh. Terbentuknya batu empedu dapat menyebabkan penebalan permukaan dinding empedu dan menyebabkan
reaksi kimia dalam empedu yaitu pembentukan batu empedu.

“Melihat begitu banyak dampak negatif yang ditimbulkan pada makanan yang mengandung santan, maka perlu untuk dibatasi dan diseimbangkan dengan mengkonsumsi air putih yang banyak serta sayur dan buah. Jangan sampai usai lebaran justru tubuh kita menjadi sakit hanya karena makan yang kurang sehat,” terang Purnama Dewi. *ita/editor rahadi

BAGIKAN