Stok Gas Elpiji dan Harga Kebutuhan Pokok di Buleleng Dipastikan Stabil 

18
Singaraja (Bisnis Bali) –  Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diperindag) Buleleng Drs. Ketut Suparto, MMA memastikan stok gas elpiji di Kabupaten Buleleng stabil jelang Idul Fitri tahun ini.
Pihaknya juga menghimbau agen agar memenuhi kuotanya sesuai kuota yang mencapai 5000 Metrci Ton per hari.  “Dari 11 jumlah agen elpiji yang ada di Buleleng, per harinya mampu memproduksi hingga sebanyak 75 ribu Metric Ton gas elpiji. Mana kala nantinya terjadi kelangkaan, maka Disperindag  akan segera melakukan operasi pasar hingga ke desa-desa,” jelasya.
Selain gas elpiji, Suparto juga menjelaskan, harga sembako dan stok relatif aman. Seperti bawang putih, bawang merah dan cabai merah. Dimana harga berbagai kebutuhan pokok di pasaran rata – rata masih di bawah HET. “Bawang putih Rp28.000 hingga Rp30.000, per kilogramnya, bawang merah Rp25.000 dan cabai merah Rp15.000 – Rp20.000 per kilogramnya,” ungkapnya.
Pihaknya juga tidak bisa memungkiri ada beberapa bahan pokok yang mengalami kenaikan harga di atas HET. Salah satunya ada  ayam potong harga per kilonya mencapai Rp38.000, padahal harga eceran tertinggi  normalnya adalah Rp 32.000 per kilogram. Selain itu telur dari HET Rp23.500 mengalami kenaikan sebesar Rp2000 menjadi Rp25.500 per kilogram. “Salah satu penyebab naiknya harga telur karena pakan naik, dan ongkos kirim,” tutupnya.
Pihaknya juga akan turun ke lapangan untuk melakukan operasi pasar apabila nantinya terjadi kelangkaan atau kenaikan harga. *ira/editor rahadi
BAGIKAN