Saatnya Fashion Ramah Lingkungan Jadi Primadona

36

Singaraja (Bisnis Bali) – Bisnis dengan produk ramah lingkungan dewasa ini dirasa kian menjamur di tengah masyarakat. Mulai dari makanan organik, barang olahan bekas pakai, bahkan sampai kosmetik organik. Bahkan bisnis dengan konsep ini sedang menjadi tren khususnya bagi mereka yang memiliki tingkat kreatifitas yang tinggi.

Seperti produk tas homemade yang dibuat dari kertas koran yang merupakan barang bekas pakai ini salah satunya, semakin hari produk tas dari kertas koran tak terpakai yang diciptakan oleh Luh Rusmiati dari Desa Sudaji Kecamatan Sawan Buleleng ini semakin eksis di tengah – tengah gempuran produk – produk tas dari luar.

Sebagai produk lokal ia ingin menciptakan sesuatu yang belum pernah dijumpai di pasaran, dengan mendesain khusus koran tersebut menggunakan tehnik mengayam sehingga menghasilkan bentuk yang tidak monoton. “Desain yang saya buat ini mungkin belum banyak yang bisa karena mengayam koran itu tidak semudah mengayam rotan atau anyaman bambu, tehnik ini saya pelajari untuk menghasilkan desain yang belum pernah ada sebelumnya,”jelasnya.

Pemiliki usaha “Gegaen Lima Craft” ini menjelaskan tampilan tas dari anyaman koran ini sepintas tidak terlihat bahwasannya bahan yang digunakan adalah koran karena sudah di anyam sedemikian rupa, bahkan tas ini memiliki daya tahan yang cukup lama apabila digunakan pada saat musim hujan sekalipun, sehingga konsumen tidak perlu khawatir produk tas dari kertas koran ini. “Karena kita gunakan perekat kualitas premium sehingga aman apabila terkena air hujan,”imbuhnya.

Untuk harga jual, tas buatannya ini cukup terjangkau mulai Rp75.000 per pcs tergantung desain dan ukuran. Tidak jarang permintaan datang dari kalangan elit karena cenderung menginginkan produk yang limitide ada juga yang dipesan sebagai cindramata. *ira/editor rahadi

 

BAGIKAN