Denpasar (Bisnis Bali) – Memasuki arus mudik Lebaran 2019 ini, PT Jasa Raharja (Persero) Cabang Bali mengimbau pengguna kendaraan bermotor baik itu sepeda motor, mobil, bus yang pulang kampung agar mentaati peraturan lalu lintas. Tidak hanya itu Jasa Raharja juga membangun posko kesehatan di beberapa titik di jalur mudik seperti Terminal Ubung Denpasar, Terminal Mengwi Badung, Pelabuhan Gilimanuk, dan Pelabuhan Padangbai.
“Pengemudi kendaraan selain selalu berhati-hati, mentaati peraturan lalu lintas, juga mentaati penggunaan kedaraan. Jika memuat dua orang, maka sepeda motor harus isi dua orang saja. termasuk mobil cek betul-betul keselamatan dan sopir cukup istirahat,” kata Kepala Jasa Raharja Cabang Bali, Huntal Parulian Simanjuntak di kawasan Jalan Hayam Wuruk.
Tidak hanya itu masyarakat untuk selalu berhati-hati ketika menaiki angkutan umum. Ia juga mengingatkan jika mau mengurus klaim Jasa Raharja jangan lewat orang lain namun langsung ke kantor. Ia memastikan, selama libur lebaran seluruh kantor Jasa Raharja di Pulau Dewata tetap memberikan pelayanan kepada masyarakat. Ada 53 petugas siaga dalam upaya mendukung seluruh kegiatan sepanjang arus mudik dan balik Idul Fitri.
Seluruh kegiatan itu diharapkan dapat mendukung kelancaran arus mudik dan balik Lebaran 2019. Karena kelancaran, dan kenyamanan diyakini dapat berdampak terhadap menurunnya risiko kecelakaan lalu lintas para pemudik, baik yang menggunakan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.
Dengan menerapkan kehati-hatian dari diri sendiri, ia pun berharap pembayaran santunan tahun ini tidak sebanyak tahun kemarin.    Berdasarkan data besaran klaim yang diserahkan pada periode arus mudik dan balik Lebaran pada 2018 mencapai Rp945.277.000 dengan total 26 orang korban. Dari total tersebut, meninggal dunia 17 korban, 8 luka-luka dan 2 orang luka ringan (P3K).
Sedangkan sepanjang Lebaran 2017, klaim kecelakaan lalu lintas mencapai Rp810.360.000. Korban sepanjang arus mudik dan balik Lebaran pada 2017 berjumlah 37 orang, dengan rincian 15 meninggal dunia, 16 luka-luka, dan 6 orang luka ringan (P3K).
Huntal mengakui, secara kumulatif terjadi penurunan kuantitas korban kecelakaan lalu lintas selama arus mudik dan balik, dengan perbandingan data tahun 2017, dan tahun 2018. Kondisi itu menurutnya akibat meningkatnya kesadaran masyarakat dalam berkendara. Selain itu, kerja keras petugas dilapangan juga berkontribusi nyata terhadap penurunan angka korban kecelakaan.
Lebih lanjut ia menerangkan sebagai bentuk dukungan kepada pemudik arus mudik dan balik Lebaran 2019, pihaknya menyiapkan pos pelayanan kesehatan terpadu disiagakan 16 hari atau mulai 29 Mei 2019 hingga 13 Juni 2019. Tidak hanya itu, pihaknya juga mengoperasikan mobil unit keselamatan lalu lintas (MUKL), pemasangan spanduk imbauan di lokasi strategis yang rawan kecelakaan lalu lintas, dan melakukan aksi simpatik kepada petugas jaga di beberapa pos pengamanan Lebaran.
Perusahaan juga sudah melakukan MoU dengan masing-masing rumah sakit yang ada di Bali. Lima puluh rumah sakit sudah MoU untuk seluruh Bali, termasuk Singaraja.
“Jadi sudah MoU, apabila ada korban tinggal kami masukkan saja ke rumah sakit setempat dengan ambulance yang ada,” imbuhnya.
Jasa Raharja memastikan sebelum arus mudik dan balik bersama kepolisian juga sudah melakukan survai dan menyepakati untuk beberapa tikungan rawan kecelakaan menempatkan spanduk dengan kalimat nyeleneh dan menarik. Satu contoh, tukang gali kubur sudah cuti, jangan meninggal dulu. Harapannya setelah membaca kalimat itu, pengendara diharapkan sadar untuk mengemudikan kendaraannya dengan tertib.
“Spanduk-spanduk itu kita tempatkan di titik-titik rawan, utamanya di jalur Denpasar menuju Pelabuhan Gilimanuk. Karena selain banyak tikungan, kami anggap jalur itu cukup melelahkan bagi pengendara khususnya pemudik,” ucapnya.
Ia pun berharap pula masyarakat bisa mengatifkan aplikasi JRku sehingga memudahkan ketika mengajukan santunan secara online, mengetahui masa aktif iuran wajib untuk kendaraan bermotor umum, mengetahui masa berlaku SWDKLLJ dan dapat menginformasikan kecelakaan lalu lintas.*dik

BAGIKAN