Kepekaan Tangkap Peluang Bisnis perlu Dilatih Sejak Pelajar

65

*SMAN 2 Denpasar Berhasil Juarai RSCC 2019

Tingginya motivasi untuk berwirausaha tidaklah menjadi jaminan terhadap jumlah bisnis yang sungguh terbentuk. Ada kurang lebih 44 persen anak muda berusaha untuk memulai sebuah bisnis, namun hanya 6 persen yang akhirnya benar-benar menjadi pengusaha. Untuk itu kepekaan tangkap peluang bisnis perlu dilatih sejak pelajar yaitu SMA maupun SMK. Apa upaya yang bisa dilakukan untuk itu?

BERDASARKAN hasil survai Pathways to Progress yang dilakukan oleh Citi Foundation dan Ipsos pada 2017 menunjukkan 79 persen anak muda secara konsisten menyatakan bahwa mereka membutuhkan lebih banyak keterampilan dan pengetahuan sebelum memulai sebuah bisnis. Karenanya kegiatan yang bertujuan memberikan wawasan dan inspirasi mengenai konsep dan potensi masa depan kewirausahaan sosial kepada para pelajar perlu terus dilakukan.

Harapannya, pelajar dapat termotivasi membangun usaha mikro yang berdampak positif bagi komunitas dan lingkungan sekitar. Tidak hanya itu, kreativitas dan inovasi yang digagas oleh generasi muda dapat melahirkan sumber ekonomi baru yang akan jadi motor penggerak ekonomi Indonesia saat ini dan di masa mendatang.

Dengan menyiapkan kemampuan kewirausahaan dan membangun jiwa sosial sejak dini, akan makin banyak generasi muda siap dan mandiri dalam membangun bisnis berdaya saing tinggi sekaligus peduli dengan kesejahteraan komunitas. 

Bercermin kepada hal tersebut, Citi Indonesia berkomitmen untuk membantu generasi muda menemukan solusi dari tantangan berbisnis serta mewujudkan mimpi mereka menjadi wirausaha. Itu dituangkan dalam kegiatan Regional Student Company Competition (RSCC) 2019, di mana pelajar dari lima SMA dan SMK di Denpasar bersaing menunjukkan keterampilan mengelola usaha mikro berbasis sosial.

Ajang bergengsi tingkat pelajar ini, diselenggarakan Citi Indonesia (Citibank) melalui payung seluruh kegiatan CSR-nya, Citi Peka (Peduli dan Berkarya), bersama Prestasi Junior Indonesia (PJI). Dalam kompetisi kewirausahaan ini, para pelajar memaparkan konsep bisnis yang dikembangkanserta memamerkan produk yang dihasilkan sebagai solusi atas sebuah permasalahan sosial.

Director, Country Head of Corporate Affairs Citi Indonesia Elvera N. Makki mengungkapkan, generasi muda perlu diberikan wadah untuk mengasah minat berwirausaha, mengembangkan kreativitas yang dimiliki, sekaligus melatih kepekaan menangkap peluang dari sebuah isu sosial.

“Dalam program perusahaan siswa atau student company (SC) ini, para pelajar berkesempatan untuk mengalami secara langsung bagaimana mengoperasikan sebuah bisnis,” katanya.

Melalui pembelajaran praktis, mereka dapat memahami tantangan serta risiko bisnis secara konkret. Kondisi demikian akan memperkaya wawasan para pelajar dalam mengembangkan strategi bisnis sekaligus menstimulasi insting dalam berwirausaha. Kata dia, ini merupakan wujud komitmen untuk memberikan kesempatan ekonomi yang lebih luas bagi generasi muda atau kami sebut youth economic opportunities serta mendukung pertumbuhan ekonomi, terutama yang diinisiasi oleh generasi muda. 

Co-Founder and Academic Advisor Prestasi Junior Indonesia Robert Gardiner menyampaikan, gagasan inovatif yang dimiliki pelajar SMA menunjukkan potensi luar biasa yang dimiliki oleh generasi muda Indonesia. Melalui inisiatif inilah, pihaknya berupaya membuka jalan bagi para pelajar untuk mengeksplorasi dan mengoptimalkan kemampuan berwirausaha sekaligus menanamkan nilai pentingnya membangun sebuah bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program edukasi Youth Sociopreneurship Initiative. Melalui program ini, para pelajar dibina untuk mendirikan dan mengoperasikan sebuah perusahaan di sekolah. Hal ini termasuk menciptakan ide produk, merencanakan strategi bisnis, melakukan penjualan produk, hingga likuidasi perusahaan. Selama periode program, para pelajar juga akan mendapatkan pendampingan bisnis secara intensif dari mentor PJI dan karyawan Citibank yang tergabung dalam Citi Volunteers. 

Hasilnya tim pelajar SMAN 2 Denpasar berhasil menjuarai RSCC 2019, sehingga berhak mewakili Bali untuk berlaga di tingkat nasional, Indonesia Student Company Competition 2019, yang akan diselenggarakan di Jakarta. Para pelajar SMAN 2 Denpasar, berhasil mengalahkan rekan-rekannya dari lima tim SMA dan SMK di Denpasar yang bersaing menunjukkan keterampilan mengelola usaha mikro berbasis sosial. Perwakilan SMAN 2 Denpasar dengan produk jaket yang bisa difungsikan sebagai tas dan bantal traveling itu, berhasil meraih nilai terbaik dari sisi inovasi dan kreativitas.

AdeliaPutri Adnyana, pelajar SMAN 2 Denpasar yang menjadi President Director Emi SC menjelaskan dirinya memiliki wawasan baru mengenai wirausaha dari program Student Company. “Membuat bisnis yang menguntungkan sudah biasa, tetapi yang bisa menghasilkan profit sekaligus bermanfaat itu luar biasa. Selain produk yang menjawab permasalahan, kami juga memiliki kegiatan corporate social responsibility sebagai bentuk keseimbangan antara keuntungan yang diraih dengan kontribusi sosial yang diberikan,” paparnya. *dik

BAGIKAN