Gandeng Kepolisian, SDM DTW Tanah Lot Dibekali Informasi Perkembangan Terorisme

43

Tabanan (Bisnis Bali) –
Guna meningkatkan kualitas pelayanan terhadap para wisatawan yang berkunjung ke obyek wisata khususnya ke Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot, sumber daya manusia (SDM) di salah satu obyek wisata di Kabupaten Tabanan tersebut dibekali informasi perkembangan terorisme dan upaya pencegahan. Shering informasi tersebut dengan menggandeng pihak Kepolisian Resort Tabanan.

I Ketut Toya Adnyana

Tahun ini program pelatihan tersebut dibagi menjadi tiga sesi kegiatan. Sesi pertama digelar Rabu (8/5) yang mengambil tema tentang Bahaya Terorisme dan Etika Pelayanan Publik dengan menghadirkan narasumber langsung dari Kepolisian Resort Tabanan. Yakni, AKP. Ni Made Lestari, SH, MH yang merupakan Kasat Binmas Polres Tabanan untuk sharing informasi tentang Perkembangan Terorisme dan Upaya Pencegahannya. Sementara untuk pemaparan tentang Etika Pelayanan Publik, dipaparkan langsung oleh Manager Operasional DTW Tanah Lot, I Ketut Toya Adnyana.
Terang AKP Ni Made Lestari, saat ini perkembangan terorisme sangat massif dan terstruktur karena jaringan terorisme sangat mudah menyusup di masyarakat seiring dengan kemajuan teknologi. Salah satunya melalui media sosial.
“Jaman sekarang cara untuk menularkan paham-paham radikalisme sudah makin berkembang pesat. Salah satunya paling efektif adalah melalui media social, karena tidak kenal waktu dan tempat. Siapa saja, kapan saja, dan dimanapun orang bisa akses dengan mudah hanya dengan modal handphone android serta paket internet”, ujarnya.
Terkait itu jelasnya, upaya pencegahan tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah atau aparat keamanan saja, tapi semua elemen masyarakat harus ikut berperan. Dimulai dari diri sendiri dan keluarga terdekat, semua harus terlibat aktif karena perkembangannya sangat sangat cepat.
“Dengan upaya-upaya tersebut kami harap bisa mencegah terjadinya aksi terorisme yang meresahkan masyarakat. Selain itu, dari pemerintah sendiri juga melakukan deradikalisasi terhadap orang-orang yang pernah berhubungan atau terlibat dengan paham radikal maupun aksi terorisme,” ujarnya,
I Ketut Toya Adnyana memaparkan, tentang etika pelayanan publik lebih memfokuskan ke pelayanan yang simple namun berkesan. Katanya, dengan prinsip senyum, salam, sapa akan meninggalkan kesan positip tersendiri bagi wisatawan. Mereka (wisatawan) akan merasa lebih nyaman dan akrab.
“Sebagai pelayan pariwisata memang harus lebih dinamis dan ramah terhadap wisatawan. Karena pariwisata mengenal konsep Sapta Pesona yang dimana disana sudah dijabarkan dengan jelas. Salah satunya, menyangkut keramahtamahan, itu akan meninggalkan kenangan tersendiri bagi wisatawan,” tegasnya.
Sementara itu, sesi II digelar Kamis (9/5) berupa dharma wacana dengan narasumber Ida Pandita Mpu Nabe Jaya Acharya Nanda. Di sisi lain pada sesi III akan dilanjutkan dengan Tirta Yatra ke Pura Watu Klotok, Pura Goa Lawah, dan Pura Besakih yang akan dilaksanakan pada 11-12 Mei 2019 mendatang.*man

BAGIKAN