Bawang Putih Mahal, TPID Tabanan Cek Stok ke Pengepul dan Pengecer

35
Ketua Pelaksana TPID, Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ekayana melakukan pemantauan di sejumlah pengepul

Tabanan (Bisnis Bali) –
Ketua pelaksana Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Tabanan I Gusti Putu Ekayana turun langsung kelapangan melakukan pengecekan stok bawang putih ke kalangan pengepul dan pengecer. Langkah tersebut untuk memantau ketersediaan salah satu hasil komoditi pertanian, sekaligus guna menjamin terpenuhinya permintaan pasar selama momen puasa ini.
“Hasil dari pemantauan dilapangan, kami dapatkan memang harga khususnya bawang putih ini alami lonjakan, namun untuk stok masih tersedia saat ini,” tutur Ekayana, yang juga Kepala Bidang Ekonomi Setda Kabupaten Tabanan, Rabu (8/5).
Terangnya, dari pengecekan di empat pengepul yang ada di Kabupaten Tabanan harga bawang putih ini rata-rata berada di level Rp 30 ribu –Rp 35 ribu per kg, sedangkan untuk harga bawang putih ditingkat pengecer dibandrol Rp 45 ribu per kg. Imbuhnya, harga tersebut jika dibandingkan dengan kondisi sebelumnya terjadi lonjakan sekitar 20 persen, dan menurutnya itu masih berada dikisaran yang wajar mengingat kenaikan harga bawang putih ini juga terjadi di daerah lainnya secara nasional.
Jelas Ekayana, informasi dari para pengepul dan pedagang pengecer, kenaikan harga bawang putih ini terjadi karena dampak dari pengaruh iklim yang tidak mendukung, sehingga pasokan bawang putih berkurang saat ini. Kondisi tersebut kemudian diperparah dengan lonjakan permintaan pasar akan bawang putih yang meningkat karena dipengaruhi momen puasa, sehingga lonjakan harga menjadi signifikan sekarang ini.
“Meski naik, namun lonjakan harga ini masih normal dibandingkan dengan pengamalan sebelumnya. Sebab, harga bawang putih ini pernah melonjakan hingga dikisaran Rp 100 ribu per kg,” ujarnya.
Sambungnya, mengantisipasi lonjakan yang lebih tinggi lagi, pihaknya berencana akan melakukan pengendalian harga untuk bawang putih. Upaya tersebut bisa dilakukan dalam bentuk oprasi pasar (OP) atau dengan pasar murah (PM) yang dilakukan dalam waktu dekat.
“Pelaksanaan pengendalian harga ini, sebelumnya kami akan rapatkan dulu sambil melihat perkambangan harga selama seminggu kedepan. Apabila terjadi tren lonjakan dalam seminggu kedepan, maka kami akan gelar OP atau dalam bentuk PM,” tandasnya.
Tambahnya, selain untuk mengendalikan harga bawang putih, rencanan pengendalian harga tersebut tidak menutup kemungkinan juga dilakukan pada komoditi lainnya. Semisal, gula pasir, minyak, beras, dan telur. Imbuhnya, rencana pengendalian harga tersebut dengan melibatkan Bulog, bekerjasama dengan sejumlah pengepul, BUMDa, dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Tabanan.*man

BAGIKAN