Optimalisasi PAD, Bupati Eka Genjot Percepatan Penerapan E Ticketing di Tanah Lot

39
Bupati Eka usai memimpin rapat terkait percepatan penerapan e ticketing

Tabanan (Bisnis Bali) –
Guna mengoptimalisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), Pemkab Tabanan genjot percepatan penerapan e ticketing di Daya Tarik Wisata (DTW) Tanah Lot. Upaya tersebut sekaligus jadi cara untuk lebih menarik minat wisatawan datang ke obyek wisata yang menonjolkan keindahan pura di tengah laut itu.
Bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti, saat menggelar rapat pembahasan lanjutan e ticketing, di Ruang Rapat Bupati, Selasa, (7/5) mengungkapkan, meningkatkan PAD sekaligus kunjungan ke DTW Tanah Lot diperlukan sistem yang bersih dan transparan serta tidak berbelit-belit. Salah satunya melalui e ticketing.
Dalam rapat yang dihadiri oleh pihak Pemkab serta pihak dari DTW Tanah Lot dan pihak swasta tersebut, Bupati Eka menjelaskan bahwa hal ini tinggal menunggu waktu saja. Sebab seluruh pihak terkait sudah memahami hal tersebut.
“Tinggal satu nafas, dan tujuan kita membuat e tickting ini adalah untuk memahami Tanah Lot itu sendiri punya potensi sangat besar untuk bisa memberi pendapatan yang menguntungkan dan bermanfaat bagi masyarakat Tabanan itu sendiri,” tuturnya.
Jelas Eka, agar lebih menarik wisatawan untuk datang ke Tanah Lot, harus membuat atau menciptakan sesuatu, salah satunya e ticketing. Katanya, terkait itu, tidak hanya ide saja tapi harus diimplementasikan, salah satunya perbaikan infrastruktur.
Oleh sebab itu, Bupati Eka menghimbau kepada seluruh pihak terkait agar melakukan klolaborasi dalam rangka mewujudkan hal tersebut. Tambahnya, harus cerdas, karena pariwisata banyak memiliki nilai plus.
“Kalau kita cerdas mengkemasnya.menjadi suatu kemasan yang menarik, sehingga nantinya menarik wisatawan untuk mereka datang, pasti suatu saat mereka akan datang lagi karena memiliki pengalaman yang menyenangakan sebelumnya,” terangnya.
Di sisi lain tambahnya, dalam penerapan atau penyusunan program di DTW Tanah Lot harus dirinci dengan baik, mulai dari memikirkan dari hal yang terjelek hingga terbaik, sehingga nantinya bisa lebih meminimalisasi resiko dan kesalahan. Selain itu, harus berlandaskan dengan IT.
“Karena sekarang sudah jamannya teknologi. Dan teknologi selalu memberikan keuntungan yang besar, maka kita manfaatkan teknologi yang ada,” tandasnya.
Bupati Eka menambahkan, setiap rencana sudah tentu ada resikonya, namun dengan perencanaan yang jelas dan penanganan yang bagus, pihaknya yakin hal itu akan terwujud. Terpenting katanya, pelatihan SDM harus bener-bener selektif dan jangan asal-asalan.
“Cari orang yang pintar, cerdas, pengalaman yang punya experience dibidangnya. Semoga program ini dapat berjalan dan harus jalan,” tutupnya.*man

BAGIKAN