Tekan Angka NPL, BPR Optimalkan  Analisa 6C

28

Singaraja (Bisnis Bali) – Meskipun dihadapkan pada situasi ekonomi yang belum stabil, sejumlah Bank Perkreditan Rakyat (BPR) optimis mampu menekan angka Non Performing Loan (NPL) hingga di bawah 5 persen.

Diungkapkan I Nyoman Parma, SE Dirut BPR Suryajaya belum lama ini, pihaknya mengapresiasi kinerja dan kerjasama baik dari SDM dengan nasabah sehingga  sudah 5 tahun NPL BPR Suryajaya berada pada kisaran angka 0.41 persen.

Angka tersebut masih dikatakan rendah, meskipun tidak dapat dipungkiri risiko pasti selalu ada dalam setiap perbankan seperti BPR tidak terkecuali lembaga keuangan lainnya. “Masih banyak dari kita yang NPL nya kemungkinan di atas lima persen, jadi di kita sejauh ini masih bertahan di angka itu yakni dibawah lima persen,” jelasnya.

Pihaknya menjelaskan,  masing – masing lembaga keuangan memiliki pasar yang berbeda – beda. Sama halnya dengan BPR yang penyebaran portofolio lebih merata di mana lebih menyasar pelaku UMKM. “Meskipun masih satu regulasi dan satu wadah karena perportofolio penyebaran kita lebih merata, jadi jika ada yang mengalami wanprestasi tidak akan mempengaruhi angka NPL itu sendiri,” ucapnya.

Parma menambahkan selalu ada upaya dan strategi untuk menekan angka NPL agar tidak mengalami peningkatan di tengah situasi ekonomi seperti sekarang ini. Yakni dengan bekerja sesuai aturan, budaya kerja dan kekompakan kerja team work. Menganalisa kredit lebih intens dengan sistem analisa 6C (Character, Capital, Capacity,  Collateral, Condition Of Economy dan Constraint) serta meningkatkan kualitas kerja dari pada SDM itu sendiri.

Tujuan utama analisis permohonan kredit ini tidak lain adalah untuk memperoleh keyakinan apakah nasabah mempunyai kemauan dan kemampuan memenuhi kewajibannya kepada bank secara  tertib, baik pembayaran pokok pinjaman maupun bunganya, sesuai dengan kesepakatan dengan bank. *ira/editor rahadi

BAGIKAN