Turis India ke Karangasem Diharap Meningkat

20

Amlapura (Bisnis Bali) – Bupati Karangasem IGA Mas Sumatri, Kamis (31/1) kemarin di Karangasem mengatakan, pihaknya tengah merancang sister city atau kota kembar antara Amlapura dengan Cuttak, salah satu kota di negara bagian di India. Ke depannya,  kunjungan wisatawan India ke Karangasem makin meningkat.

Mas Sumatri mengatakan, setahun ada sekitar 2,5 juta wisatawan dari negara berpenduduk terbesar kedua di dunia itu ke Indonesia. Diharapkan kunjungan dan lama menginap wisatawan India di Karangasem juga meningkat. Karangasem merupakan pusat atau huluning Bali atau kawasan spiritual. Banyak pura besar, kahyangan jagat, sad kahyangan dan dang kahyangan berada di Karangasem. Umumnya pura itu memiliki daya tarik wisata, di samping tentunya wisata spiritual karena berada  di puncak bukit, di lereng gunung dengan panorama yang indah. Selain daya tarik keindahan alam, juga arsitekturnya yang indah dan megah. ‘’Karangasem menetapkan tag line Karangasem the spirit of Bali, dengan wisata spiritual berbasis desa pakraman,’’ katanya.

Selama ini, lanjutnya, sebenarnya sudah terjadi saling mengunjungi antara warga Bali dan India. Warga Bali ke India, dalam rangka berwisata spiritual. Sementara, wisatawan asal India juga sudah ada ke Karangasem, juga lebih banyak dalam rangka berwisata spiritual, seperti ke Pura Besakih atau mendaki ke Bukit Lempuyang dan ke Lempuyang Luhur.

Mas Sumatri mengatakan, setelah audiensi Agus Indra Udayana dari kalangan ashram dan rekan-rekannya, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan minta bertemu dengan Dubes India di Denpasar. Selanjutnya, pembahasan lebih erat dengan dubes dan dirancang MoU sister city Amlapura-Cuttak.

Dalam rangka penandatangan MoU itu, pihaknya berencana mengajak ke India mantan Gubernur Bali seperti Made Mangku Pastika, serta Dewa Made Beratha. Penandatangan MoU menunggu informasi dari pihak Kedubes India untuk Indonesia. Menurut Mas Sumatri, kalau tidak Juni depan, September atau November. Sebab, November merupakan perayaan HUT ke 70 negara India atau hari kemerdekaan India, dan dirayakan sangat meriah. ‘’Dalam membentuk sister city, kami perlu menyiapkan prasarana seperti pembangunan aula-aula sehingga ada tempat pertemuan atau tempat latihan dan pementasan seni dan kebudayaan,’’ katanya.

Menurut Mas Sumatri, tentunya, terkait sister city Amlapura-Cuttak, kerja sama sebagai kota kembar itu tentunya  di antaranya bertukaran kebudayaan,  kesenian, dan spiritual. ‘’Kita harapkan terjadi saling berkunjung antar warga, pertukaran pelajar juga di bidang pengembangan pariwisata,’’ tandas Mas Sumatri. *bud

BAGIKAN