BPD belum Salurkan KUR di Daerah Rawan Bencana

19

Amlapura (Bisnis Bali) – Manajemen Bank BPD Bali Kabupaten   Karangasem, belum menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk wilayah kerja Unit Selat dan Menanga. Alasannya, karena wilayah kerja itu dinilai masih rawan bencana erupsi Gunung Agung.

Hal itu diakui Kepala Cabang BPD di Karangasem Ida Bagus Nyoman Ari Suryantara, Kamis (24/1) di Subagan. Dikatakan, pihaknya selektif dan sesuai ketentuan manajemen pusat, dalam menerapkan kebijakan sampai tahun kerja ini belum juga melayani KUR untuk wilayah kerja kedua unit itu. Sebab, penyaluran kredit di wilayah bencana sangat berisiko jika tiba-tiba terjadi bencana gejolak Gunung Agung seperti pengalaman September tahun 2017. Saat itu, warga tak hanya di kawasan rawan bencana, juga di luar radius panik mengungsi. Karangasem sampai sepi saat itu. Usaha tutup, sehingga petugas bank kesulitan hendak melakukan penagihan ke mana.

Dengan pengalaman itu, pihaknya di Bank BPD Bali Karangasem menerapkan kebijakan yang selektif, termasuk tidak menyalurkan KUR di wilayah unit kerja Selat dan Menanga. Pihak BPD, katanya, masih fokus melakukan perbaikan performa dari debitur di kedua wilayah kerja atau rawan bencana yang terdampak gejolak dan erupsi Gunung Agung. Sebelumnya, kredit yang tersalur di wilayah itu juga cukup besar. Total nasabah yang terdampak erupsi Gunung Agung, total di Karangasem mencapai miliaran. ‘’Kami masih fokus memperbaiki  itu,’’ tambahnya.

Sesuai aspirasi dari kalangan masyarakat pengusaha dan saran dari OJK, pihaknya di BPD memberikan keringanan seperti dalam bentuk penjadwalan ulang pembayaran utang. Manajemen melihat situasi dan kondisi debitur yang bersangkutan, apa yang perlu dibantu dan bagaimana jalan keluarnya. ’’Kalau memutihkan atau membebaskan tak membayar, jelas tidak mungkin dan tak boleh. Nanti, siapa yang mau membayari?’’ katanya.

Terkait adanya keluhan seorang peminat KUR dari Geriana Kangin, Gede Suartawa yang mengeluh tidak disetujui pengajuan KUR-nya dengan alasan dari pihak bank, peternakan babi tidak memberikan hasil tiap hari, Ari Suryantara,  mengatakan alasan itu tak benar atau bukan itu alasannya. Dia menduga petugasnya di bawah tidak berani mengambil risiko meloloskan KUR Rp 25 juta itu,  karena wilayah calon debitur itu, termasuk  berada di wilayah rawan bencana atau radius rawan bencana erupsi Gunung Agung.  ‘’Kami memang masih selektif, dan tidak melayani KUR di wilayah rawan bencana. Wilayah rawan bencana sesuai SK Bupati Karangasem, ada sejumlah desa yang disebutkan rawan bencana,’’ tandas Ari Suryantara.

BPD di Karangasem diakui tidak menyalurkan KUR dan kredit lain yang rawan di wilayah dua unit kerja di Selat dan Menanga, sejak tahun lalu. Tahun 2018, target penyaluran KUR yang merupakan tugas pemerintah pusat,  untuk wilayah kerja di BPD Karangasem mencapai Rp 26,785 miliar. Target penyaluran mencapai 100 persen. Rinciannya tahun itu, KUR yang disalurkan untuk usaha mikro Rp 670 juta masing-masing Rp 420 juta di Cabang Karangasem dan Rp 250 juta wilayah kerja kantor Amlapura, sementara unit Candidasa, Selat dan Menanga tidak menyalurkan. KUR untuk ritel total disalurkan Rp 26,115 miliar , yakni Rp 17 miliar lebih dari Cabang Karangasem,  serta wilayah kerja kantor Amlapura dan Candidasa masing-masing Rp 6,5 miliar dan Rp 2,595 miliar.

Dikatakan, keberhasilan menyalurkan KUR 100 persen dari target di Karangasem, menyebabkan pihaknya juara satu. Karena itu, penyaluran KUR tahun ini targetnya dinaikkan 100 persen lebih menjadi Rp 63,150 miliar, dari tahun lalu jatahnya Rp 26,785 miliar. (bud)

BAGIKAN