Wisatawan dari Cina yang berkunjung ke Rumah Kerang di Desa Serangan sedang belajar membuat aneka kerajinan kerang.

Denpasar (Bisnis Bali) – Desa Serangan Denpasar Selatan terkenal dengan penghasil kerajinan kerang. Kerajinan yang menggunakan bahan limbah kerang bukan barang larangan, berbeda dengan kerajinan kerang yang menggunakan kerang yang masih produktif memang tidak diperbolehkan. Hasil produksi kerajinan kerang Desa Serangan ini selain mampu memenuhi pasar lokal dan domestik, juga sudah dikirim ke beberapa negara bahkan telah dilakukan edukasi  mengajak para wisatawan mancanegara belajar mengenal dan membuat aneka kerajinan kerang sehingga komoditi satu ini makin go international.

I Made Kanan Jaya, perajin kerang asal Desa Serangan Denpasar Selatan baru – baru ini mengakui sebagai perajin yang sudah cukup lama memproduksi berbagai kerajinan berbahan limbah kerang ini, sampai sekarang dipercaya mengkoordinir para perajin di Serangan. Bahkan berbagai pembinaan dari instansi pemerintah telah dirasakan. Bahkan pemerintah Kota Denpasar mendorong di Desa Serangan ada rumah kerang sehingga dapat dibuktikan bahwa bahan limbah kerang sangat berlimpah.

”Sampai saat ini limbah kerang sangat mudah didapat. Tidak pernah mencari kerang yang masih produktif untuk bahan kerajinan. Maka itu kerajinan kami diizinkan untuk diperjualbelikan,” kata Kanan Jaya pemilik Ayu Cillection ini.

Menurut Kanan Jaya mengenai produksi selain menggali ide – ide sendiri termasuk desain produk lokal yang diminati seperti tempat sesajen, buah, hiasan lampu dan lainnya juga banyak mendapat fasilitas pemerintah baik dalam teknis produksi maupun diajak studi banding ke daerah sentra perajin kerang. Tujuannya untuk menambah informasi dan menjalin kerja sama saling menguntungkan. Termasuk diajak ikut promosi menambah pelanggan.

“Kami punya edukasi wisata  kerja dan pendidikan atau edukasi ini sudah mampu menarik minat wisatawan mancanegara terutama warga Negara Cina yang berkunjung ke Rumah Kerang Serangan. Seperti belum lama ini kunjungan belasan wisatawan Cina mereka bisa mendapatkan ilmu mengembangkan, ide kreatif  pengolahan limbah kerang di sela – sela mereka berlibur  ke Bali.

Mereka berjanji akan menginformasikan Rumah Kerang.di Cina dengan teman, keluarga dan kerabat dekatnya,” tambah Kanan Jaya sambil menyebutkan pemasaran aneka kerajinan kerang sudah sampai ke beberapa negara seperti Jepang, Autralia dan Negara Eropa lainnya. Hasil produksinya mulai dari berbagai jenis tempat sesajen, sovenir seperti jepitan rambut, bross, gelang, kalung, lampu dan banyak lainnya. (sta)

BAGIKAN