Tahun Politik jadi Tantangan Berat Perbankan Salurkan Kredit

42

Denpasar (Bisnis Bali) –

Tahun politik tak hanya berpotensi berdampak pada lonjakan inflasi, perhelatan lima tahunan tersebut juga akan berdampak besar pada pencapaian target dari kalangan perbankan nasional. Betapa tidak, sejumlah investor masih akan mengambil sikap wait and see dalam melakukan ekspansi bisnis di tengah tahun politik.
“Memang dari kalangan perbankan (bankir) menyambut optimis pencapaian target di tahun politik ini. Terbukti mereka (kalangan perbankan) ramai-ramai menaikan target bisnis tahun ini. Sayangnya, optimisme tersebut, tidak searah dengan apa yang terjadi di kalangan investor atau pelaku bisnis tahun ini,” tutur pengamat ekonomi dan perbankan dari Undiknas University Prof. Dr. Ida Bagus Raka Suardana, SE.,MM, Jumat (25/1).
Terangnya, para investor masih akan mengambil sikap wait and see dalam melakukan ekspansi bisnis di tengah tahun politik ini, sehingga itu akan sangat berat bagi perbankan dalam menyalurkan kredit dalam rangka untuk memenuhi target bisnis. Imbuhnya, tantangan terberat perbankan ini puncaknya akan terjadi pada April nanti yang menjadi saat pemilihan.
Jelas Raka Suardana, jika dilihat dari jenis investasi yang berpeluang akan melakukan aksi wait and see adalah mulai dari kalangan UMKM (di luar usaha penjualan atribut partai) hingga jenis investasi dengan bermodal besar. Di sisi lain, untuk investai disektor properti yang tahun sebelumnya berada dalam kondisi stagnan, pada tahun ini kemungkinan akan tetap sama atau tidak akan mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun lalu.
Di sisi lain menurutnya, pada tahun politik ini yang berpeluang menyerap atau menaikan serapan kredit perbankan adalah hanya UMKM dibidang penjualan atribut partai maupun yang berkaitan dengan tahun politik. Sebab, permintaan pasar akan jasa maupun hasil produksi dikalangan tersebut mengalami lonjakan yang signifikan untuk kebutuhan kampanye di tahun politik ini.*man

BAGIKAN