Pergub Plastik Timbulkan Peluang Tas Belanja Serbu Bali

54

Denpasar (Bisnis Bali) – Penerapan Perwali Denpasar Nomor 36 Tahun 2018 tentang Pengurangan Kantong Plastik dan Pergub Bali Nomor 97 Tahun 2018 tentang Pembatasan Timbulan Sampah Plastik Sekali Pakai ternyata mendatangkan banyak peluang bagi mereka yang kreatif. Untuk memenuhi kebutuhan tas belanja, bahkan banyak produk tas belanja didatangkan dari luar Bali.

Dengan diberlakukannya kedua peraturan tersebut, otomatis masyarakat mulai mengurangi penggunaan tas plastik yang  dapat merusak lingkungan. Karenanya kebutuhan tas belanja yang bisa digunakan berkali-kali (tidak sekali pakai) dan ramah lingkungan cukup tinggi.

Melihat peluang tersebut, Ni Made Muliawati pemilik Mulia Bali Craft mencoba memanfaatkan dengan menjual tas belanja. “Saya baru seminggu ini mencoba berjualan tas belanja. Produk saya datangkan dari luar Bali, karena jatuhnya jauh lebih murah ketimbang produksi di Bali. Kalau produksi di Bali, harga bahan baku dan tulang jahit mahal,” tuturnya kepada Bisnis Bali, Rabu (16/1) di Denpasar.

Tas belanja yang ditawarkan, memang berbeda dengan tas belanja yang banyak dibuat orang. “Saya memang sengaja menjual sesuatu yang berbeda, kalau tas goodie bag. Saya pilih bahan parasut yang lebih kuat dan tahan lama, sehingga konsumen tidak perlu berulang kali membeli tas belanja,” tukasnya.

Karena kualitas tersebut diakui harganya lebih tinggi dari tas belanja biasa yaitu Rp50 ribu dengan ukuran 38×54 cm. Baru seminggu sudah 25 tas terjual dan beberapa orderan masih dalam antrean, karena ia masih menunggu kiriman barang lagi.

Ia mengaku saat ini tengah memproduksi tas belanja berbahan danim, yang lebih berkelas. “Kalau ibu – ibu sosialita mau belanja ke mal, agar tetap tampil gaya tas denim ini bisa jadi pilihan. Saat ini saya sedang produksi dan sejumlah pelanggan sudah mulai order, kira – kira seminggu lagi sudah siap dipasarkan,” ungkapnya.

Untuk tas belanja danim ini harganya jauh lebih tinggi yaitu Rp 125 ribu. Hal tersebut karena dari segi kualitas jauh lebih kuat dan tahan lama, serta terlihat lebih mewah.

Terkait Pergub Sampah, wanita yang akrab disapa ibu Mulia ini mengaku sangat mendukung, meski awalnya terkesan ribet dan susah. “Tapi memang harus mulai dari diri sendiri ikut ambil peran untuk mengurangi polusi plastik. Karena kedepan sangat berbahaya bagi lingkungan,” pungkasnya. (pur)

BAGIKAN