Denpasar (Bisnis Bali) – Dari awal tahun hingga minggu kedua ini tidak banyak ada gejolak ekonomi yang mencuat. Kondisi yang aman diprediksi akan membuat masyarakat lebih tenang dalam bertransaksi.

“Kendati belum ada lonjakan drastis transaksi masih lancar, beda bila kondisi ekonomi terganggu tentu membuat masyarakat berpikir dua kali untuk membeli mobil,” kata marketing salah satu diler mobil, Putra Wirawan, di Sanur.

Menurut dia, saat ini kondisi tergolong aman maka optimis penjualan mobil tidak akan banyak terganggu. Ia pun optimis hingga triwulan I/2019, kondisi ekonomi kian membaik. Saat ini, pembelian mobil sekitar 5-10 persen dan berharap hingga akhir triwulan I menjadi 20-30 persen. Permintaan mobil seri MPV dan SUV masih tertinggi, disusul hatchback.

Untuk warna mobil, ia berusaha mengikuti selera pasar mulai putih, hitam, silver, biru, kuning hingga cokelat. Terkait promo awal tahun diakui tidak banyak dan cenderung sama seperti akhir tahun.

Kemudahan-kemudahan yang ditawarkan yaitu menerima pembelian dengan KTP Bali dan luar, proses cepat dan mudah, paket servis 3 tahun, free aksesoris, free jasa servis hingga melayani tukar tambah harga tertinggi. Terkait uang muka bervariasi untuk Calya misalnya kisaran Rp 14 juta, Agya Rp 16 juta, New Yaris Rp 35 juta, New Rush Rp 47 juta, Avanza Rp 24 juta sedangkan Hiace Rp 110 juta.

Hal sama dikatakan pengelola mobil bekas (mobkas) lainnya, Ketut Ariana. Kata dia, melihat kondisi yang cenderung aman seperti saat ini, ada harapan positif terjadi peningkatan penjualan. Sistem kredit masih akan meramaikan permintaan. Pihaknya pun tidak fokus pada momen awal tahun atau bulan tertentu karena kondisi pasar mobkas cepat sekali mengalami perubahan. Saat ini cukup ramai besok belum tentu sama. Banyak konsumen menunda pembelian mobil untuk menunggu perkembangan situasi ekonomi.

Ditambah lagi pasar mobkas pada periode Januari-Februari umumnya memang tidak seramai momen akhir tahun sehingga transaksi cenderung normal. “Kami harus realistis melihat pangsa pasar. Jangan sampai target menjadi beban. Jika kondisi membaik, kami optimis dengan sendirinya akan ada perubahan,” ujarnya. (dik)

BAGIKAN