Jangka Pendek, Target Penjualan Mobil Andalkan Kredit

17

Denpasar (Bisnis Bali) – Untuk pemenuhan target jangka pendek, kalangan penjual mobil berusaha menggenjot dari sisi kredit. Kendati awal tahun ini belum melinjak, berbagai kemudahan diharapkan mampu meningkatan penjualan.

Marketing salah satu diler mobil di Kesiman, Ferry Wijaya mengatakan, pembelian mobil lewat kredit masih menduduki peringkat teratas penjualan mobil. Pihaknya optimis membeli mobil secara kredit masih menjadi pilihan masyarakat. Jumlahnya pun makin membesar pada 2019.

“Untuk jangka pendek kredit masih optimis tumbuh hingga 20 unit,” katanya.

Ia mengatakan, kondisi ekonomi akan terasa pada daya beli masyarakat, apalagi harga kebutuhan pokok biasanya juga naik mengikuti kondisi ekonomi saat ini. Tapi melihat kondisi masyarakat Bali yang juga membutuhkan sarana transportasi yang lebih murah, maka aktivitas pembelian mobil akan tetap berlangsung. Menyiasati kondisi yang terjadi pada triwulan I, kata dia, masyarakat akan lebih memilih kredit. Berapa persen terjadi lonjakan belum bisa data pasti, namun ada kepastian pembelian mobil secara kredit akan meningkat rata-rata 10-15 persen.

Ia mengakui, berdasarkan informasi dari pusat, produk baru pada triwulan I ini akan segera ditawarkan di pasaran. Bulan apa pastinya, masyarakat diharapkan menunggu karena dipastikan produk baru memenuhi keinginan pasar. Mobil terbaru masih mengarah ke MPV dan jenis keluarga.

Ia menilai, peluncuran produk baru sangat penting untuk menjaga hubungan antara konsumen dengan diler. Konsumen mengharapkan kualitas dan teknologi terbaru, begitupula diler memerlukan konsumen sebagai pasar potensial. Untuk target penjualan dipastikan sesuai perkembangan pasar.

Sementara Supervisor main diler mobil lainnya, Bagus Ray mengatakan, jenis kendaraan yang potensial rebut pasar masih Brio, All New Jazz, Mobilio, BRV hingga HRV.

“Dengan merek yang sudah terkenal di masyarakat sebagai mobil yang dikenal irit bahan bakar, dukungan teknologi dan model, produk kami akan tetap dicari. Ditambah DP juga terjangkau mulai Rp 20 jutaan,” ujarnya.

Hal sama dirasakan pengelola penjualan mobil bekas di Renon, Nyoman Wija. 60 persen lebih pembelian mobil masih dari kredit. Kendati Januari kondisi pasar masih lesu karena berbagai faktor ekonomi dan cuaca, dia optimis ada kenaikan penjualan di mobil bekas pada triwulan I/2019. (dik)

BAGIKAN