BERLIBUR - Wisatawan yang sedang berlibur ke Jatiluwih.

Tabanan (Bisnis Bali) – DTW Jatiluwih memasang target angka kunjungan di kisaran yang sama seperti pencapaian tahun lalu. Tak signifikannya pencapaian target tersebut, didasari pada erupsi Gunung Agung yang masih membayangi dan juga adanya tahun politik, di mana kedua faktor tersebut diprediksi akan berdampak pada fluktuasi angka kunjungan tahun ini.

“Kami tidak berani memasang target kunjungan, apalagi terlalu tinggi. Sebab, awal tahun ini erupsi Gunung Agung nampaknya masih terjadi, belum lagi adanya tahun politik, dan juga permasalahan dengan wisatawan Tiongkok terkait wisata murah belum lama ini. Hal itu semua memberi andil pada penurunan angka kunjungan nantinya,” kata Manajer DTW Jatiluwih, I Nengah Sutirtayasa, Selasa (15/1).

Ia mengatakan, meski demikian pihaknya terus berupaya agar angka kunjungan tahun ini bisa melebihi dari tahun lalu. Ia memaparkan, pada 2018 lalu angka kunjungan wisatawan ke DTW Jatiluwih terjadi kenaikan mencapai 20 ribuan atau mencapai 270 ribu. Jumlah tersebut melebihi dari target kunjungan yang dipatok 250 ribu pada tahun lalu.

Menurut Sutirtayasa, tahun lalu dilihat dari asal wisatawan, sebagian besar atau sekitar 80 persen merupakan wisatawan mancanegara (wisman). Wisman tersebut terdiri dari turis Eropa dengan andil yang dominan, India, dan dari Amerika Serikat.

Sementara itu, terkait upaya yang dilakukan dalam menaikkan angka kunjungan, pihaknya bersama manajemen baru yang sebagian besar terdiri dari kalangan generasi muda Jatiluwih akan mengembangkan sejumlah paket wisata. Selain itu, terkait hal sama juga akan ditopang dengan ajang Festival Jatiluwih.

“Salah satu paket wisata adalah dengan menggunakan buggy car, di mana wisatawan yang datang ke Jatiluwih bisa menikmati pemandangan hingga jauh ke dalam sawah yang rutenya mencapai 5 km,” ujarnya.

Ia menambahkan, terkait paket wisata menggunakan buggy car ini masih dilakukan penjajakan kerja sama. Paket dengan menggunakan buggy car ini sebenarnya untuk memfasilitasi wisatawan berusia lanjut yang tidak bisa minikmati berwisata dengan berjalan kaki. Nantinya, paket tersebut juga akan dilengkapi dengan pemandu wisata yang menjelaskan terkait subak hingga tatanan sawah atau terasiring di seputaran DTW Jatiluwih. (man)

BAGIKAN