Denpasar (Bisnis Bali) – Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Bali Satya Madani yang baru 1,5 tahun berdiri berkembang pesat. Terbukti dengan aset yang diawali Rp 152 juta berkembang menjadi Rp 1,6 miliar.

Kepala Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Bali, I Gede Indra Dewa Putra, saat membuka Rapat Anggota Tahunan (RAT) ke-2 KSP BSM, Sabtu (12/1) di Hotel Nikki Denpasar, mengapresiasi perkembangan koperasi yang begitu pesat. Ia berharap, KSP BSM dapat memperbaiki citra koperasi yang sedang terpuruk saat ini akibat terkuaknya kasus koperasi bodong di Bali.

Gede Indra mengatakan, kemajuan KSP BSM cukup signifikan dalam 1,5 tahun ini. Peningkatan tersebut besar dipengaruhi anggota koperasi yang didominasi pelaku UKM, sehingga kondisi itu sangat menguntungkan kedua usaha tersebut.

“Anggotanya didominasi pelaku UKM, skala usaha dan pengembangan berpotensi cukup besar. Apalagi pengurus dan penasehat yang punya pengalaman pada sektor ekonomi, saya kira ini nilai lebihnya,” katanya.

Ia menambahkan, KSP BSM memiliki rentabilitas 20 persen, yang mengindikasikan koperasi dikelola dengan sangat baik. “Kalau kita simpan dana di bank, bunganya cuma 6 persen. Tapi kalau dikelola di koperasi keuntungan 20 persen ini luar biasa sekali,” katanya.

Kepala KSP BSM Cok Istri Mirah menjelaskan, KSP BSM yang awalnya beranggotakan 120 kini berkembang menjadi 184 anggota. Aset yang saat ini mencapai Rp 1,6 miliar, dengan penyaluran pinjaman mencapai Rp 1,4 miliar. Dari data tersebut dapat disimpulkan tingkat kepercayaan masyarakat dengan koperasi yang ia kelola cukup tinggi.

“Kebetulan anggota kami didominasi pelaku UKM yang juga member Ode.nant, melalui koperasi ini pelaku UKM umumnya terbantu secara permodalan,” katanya.

Selain solusi permodalan usaha, KSP Bali Satya Madani juga memberi pelayanan terbaik bagi anggota, di antaranya angsuran harian dan pinjaman tanpa agunan bagi anggota koperasi. Khususnya bagi nasabah yang sudah melunasi angsuran program harian, diberi cenderamata berupa kain batik.

“Itu wujud pelayanan kami, sesuai tujuan koperasi yang mensejahterakan anggotanya,” imbuh Cok Mirah.

Kendati bertumbuhnya jumlah anggota menjadi tujuan sebuah koperasi,  KSP Bali Satya Madani tetap selektif dalam merekrut calon anggota, guna menghindari praktik-praktik kejahatan.

Penasehat KSP Bali Satya Madani, Tjokorda Gede Arnawa Pemayun mengatakan, apabila koperasi lalai dalam perekrutan calon anggota dapat berakibat fatal bagi keberlanjutan sebuah lembaga keuangan. Ia mengharapkan kejujuran selalu melandasi setiap aktivitas yang dilaksanakan di KSP BSM.

“Komitmen itu kami sesuaikan dengan nama koperasi, satya dimaknai upaya menjaga kepercayaan anggota dan madani dimaknai kesejahteraan,”  ungkapnya.

Selain selektif dalam merekrut calon anggota, lanjut Arnawa, menanamkan rasa memiliki kepada anggota menjadi penguatan koperasi, dengan rasa memiliki, anggota punya tanggung jawab dalam mengawal kemajuan koperasi.

“Jangan sampai upaya membesarkan koperasi ini dipupus oleh anggota yang iseng, apalagi hanya jadi pelarian karena  pernah bermasalah di tempat lain. Kami berusaha membantu pemerintah mengembangkan koperasi,” katanya.

RAT tahun ini menjadi spesial karena KSP BSM membagikan mesin cuci kepada seluruh anggotanya yang hadir dan cenderamata kain batik. (pur)

BAGIKAN