Relokasi Pedagang Pasar Banyuasri Telan Dana Rp1,3 M

23

Singaraja (Bisnis Bali) – Rencana revitalisasi pasar Banyuasri Singaraja sudah memasuki tahap perencanaan relokasi pedagang. Relokasi para pedagang yang ada di Pasar Banyuasri ini direncanakan pada April mendatang.

Untuk merelokasi para pedagang yang jumlahnya diperkirakan mencapai 1.399 pedagang ini, pemerintah akan menyiapkan anggaran hingga Rp 1,3 miliar. Anggaran itu digunakan hanya untuk membangun pasar darurat di areal Terminal Banyuasri.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Dagrin) Buleleng, Ketut Suparto mengatakan, para pedagang kios, los, hingga pedagang musiman, akan direlokasi ke areal Terminal Banyuasri. Sementara para pedagang di areal toko, akan direlokasi di Jalan Samudra. “Memang ada beberapa alternatif lokasi relokasi pedagang namun sesuai hasik diskusi diputuska pedagang direlokasi ke sekitar Terminal Banyuasri,” jelasnya.

Sementara itu, juga akan dibangun pasar darurat dimana bangunan tersendiri dengan dinding batako nonfinishing, lengkap dengan rolling door. Sementara pedagang lapak, akan dibuatkan lapak dengan bentuk besi dan seng. Pembangunan pasar darurat ini akan dilakukan setelah dokumen tender tuntas. Apabila dalam minggu ini dokumen tender selesai, diprediksi akhir Januari sudah masuk ke bagian layanan pengadaan dan sudah bisa tender awal Februari.

Apabila akhir Februari diharapkan sudah ada pemenang tender sehingga awal Maret sudah mulai pembangunan pasar darurat. “Jadi dengan demikian awal April pedagang itu sudah relokasi,” imbuhnya.

Untuk revitalisasi pasar, Pemerintah Kabupaten Buleleng menyiapkan anggaran hingga Rp 188 miliar. Rencananya pembangunan akan dilakukan selama dua tahun. Untuk 2019 ini, pemerintah menyiapkan alokasi anggaran hingga Rp 100 miliar untuk pembangunan tahap pertama. Sementara proses revitalisasi pasar juga telah disosialisasikan pada para pedagang dan menyetujui rencana itu dengan catatan ada kepastian waktu pembangunan dari pemerintah. (ira)

BAGIKAN