Denpasar (Bisnis Bali) – Kemasan produk sangat berpengaruh pada peningkatan nilai jual. Makin menarik kemasan produk, maka makin tinggi volume penjualannya. Bukan saja bertambahnya jumlah penjualan dengan kemasan mampu meningkatkan nilai jual.

Koordinator Denpasar Design Center, I Gusti Ngurah Suyasa, S.E., M.Si., Selasa (8/1) menjelaskan, dari beberapa tahun yang lalu pelayanan di DDC khususnya pada unit rumah kemasan terus meningkat. Seperti pada tahun 2013 jumlah industri kecil menengah yang dapat terlayani sebanyak 629 IKM. Sementara tahun 2014 sebanyak 808 IKM, tahun 2015 sebanyak 939 IKM dan tahun 2016 ada 1.059 IKM, tahun 2017 sebanyak 1.165 IKM dan tahun 2018 yang lalu 1.268 IKM.

”Dua tahun terakhir terjadi peningkatan sekitar 10 persen,” katanya, sambil menyebutkan pelayanan DDC bukan saja rumah kemasan namun ada layanan rumah belanja, teknopark, konsultan bisnis dan HKI dan percetakan.

Menurut Ngurah Suyasa yang mantan Manajer Koperasi Pegawai Negeri (KPN) Dharma Wiguna Kota Denpasar ini terkait dengan aktivitas rumah kemasan, selama ini IKM yang terbanyak datang dan berkonsultasi serta mencetak kemasan adalah sektor kerajinan, kemudian disusul IKM sandang dan IKM pangan.

Suyasa menambahkan, pelayanan rumah kemasan dan percetak sangat membantu masyarakat yang menjadi pelaku usaha, karena DDC memberikan subsidi, sehingga pelaku usaha tidak terbebani. Misalnya, untuk pembuatan desain dapat berkonsultasi secara gratis juga jumlah cetakan atau pembuatan tidak ada minimal order serta harga bersubsidi.

Misalnya, IKM membuat kemasan kotak tempat l kain. Kalau cetak di tempat umum ada minimal order. Tapi di rumah kemasan membuat 10 kotak juga dilayani. Ia berharap, pada 2019 ini makin banyak IKM yang membuat kemasan produk. (sta)

BAGIKAN